LANGIT7.ID, Jakarta -
Ustaz Abdul Somad menjawab tuduhan pemerintah
Singapura yang menyebutnya ekstremis dan segregasi atau pemecah belah. UAS menegaskan, dirinya bersama keluarga datang ke Singapura sebagai wisatawan, bukan untuk berceramah apalagi kegiatan politik.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura, UAS dituding mendakwahkan bom bunuh diri, menyebut patung saling dihuni jin, dan menyebut non-muslim sebagai kafir. UAS menjelaskan, ceramah tentang
istisyhadiyah atau gerakan mati syahid sudah diklarifikasi 6 tahun lalu.
Saat itu, UAS tengah menjawab pertanyaan salah seorang jamaah tentang konfik Israel-Palestina. Nah, gerakan mati syahid itu bersifat khusus di suatu daerah perang saja, jika umat Islam dalam keadaan tertindas dan dalam kondisi lemah.
Baca Juga: UAS Pantang Berhenti Khotbah Meski Dianggap Ekstremis
"Hanya khusus di Palestina, bahwa kaum muslimin dalam keadaan lemah tidak ada cara lain, itu pun mengutip fatwa para ulama, bukan fatwa UAS," kata Ustaz Abdul Somad di kanal YouTube Karni Ilyas, Rabu (18/5/2022) malam.
Kedua, UAS menjelaskan terkait patung diisi jin berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW. Dia juga merujuk pada pernyataan ulama-ulama besar seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al-Ishabah, Ibnu Katsir dalam kitab Bidayah wa Nihayah, Ibnu Qayyim dalam kitab Zaadul Maad. "Bunyi kalimatnya, 'Dalam patung berhala Uzza dihuni jin betina'," tutur UAS.
Baca Juga: Tak Kapok Berkunjung Meski Ditolak, UAS Sebut Singapura Bagian dari Kampung Halamannya
Ketiga, terkait istilah kafir dalam terminologi Islam. Kafir merupakan bagian dari ajaran Islam. Orang yang tidak peraya Nabi Muhammad dan mengingkari kedatangannya disebut kafir.
"Kafir itu artinya ingkar. Jadi, penjelasan itu dijelaskan di dalam masjid kepada kaum muslimin menjawab pertanyaan, lalu kemudian video itu dipotong. Itu sudah clear bertahun-tahun lalu," tutur UAS.
Di sisi lain, UAS menegaskan tudingan ekstremis dan segregasi juga tak masuk akal. Pasalnya, secara akademik, dia mendapat gelar Profesor Pelawat dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Bukan Hanya Penceramah, Tapi Juga Seorang Profesor
UAS juga menapat gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari
International Islamic Universit College Selangor Malaysia. Dia juga mengajar di berbagai kampus di Indonesia.
"Ini masalah kekuatan umat Islam. Kalau di suatu negeri itu umat Islam kuat, saya bisa masuk, saya bisa mengajar, bisa tausiah. Karena kebetulan di Singapura itu umat Islamnya lemah, maka itu tidak bisa masuk," tutur UAS.
(jqf)