LANGIT7.ID-Singapura; Peritel mode asal Spanyol, Pull&Bear, akan menutup semua gerainya di Singapura pada hari Minggu (22 Februari).
Dalam pemberitahuan yang ditampilkan di situs web mereka untuk Singapura, merek tersebut menyatakan: "Gerai kami akan tutup pada 22 Februari. Pengembalian barang untuk pembelian yang dilakukan baik secara online maupun di gerai, masih dapat dilakukan di Zara VivoCity. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi tim layanan pelanggan kami melalui: contact.sg@pullandbear.com."
Pull&Bear merupakan bagian dari Inditex Group, perusahaan yang juga menaungi merek-merek seperti Zara, Bershka, Massimo Dutti, dan Stradivarius.
Meski alasan penutupan ini belum diketahui, langkah ini terjadi di tengah gelombang penutupan gerai secara global yang dilakukan oleh peritel mode cepat tersebut. Menurut laporan USA Today pada Desember 2025, induk perusahaan Zara telah menutup lebih dari 100 gerai sejak awal tahun lalu sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi keuangannya. Pada tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19, perusahaan mengumumkan akan menutup hingga 1.200 gerai di seluruh dunia untuk meningkatkan penjualan online.
Di Singapura, merek-merek milik Inditex Group sebelumnya juga pernah melakukan pengurangan skala usaha. Bershka pernah mengoperasikan gerai fisik di Bugis+, Ion Orchard, dan VivoCity, namun pencarian di situs webnya saat ini menunjukkan tidak ada gerai yang ditemukan di Singapura.
Situs web Pull&Bear Singapura saat ini tidak dapat digunakan untuk pembelian online. Masih harus dilihat apakah merek ini akan terus mengoperasikan toko online di Singapura.
Para pembeli yang baru saja melakukan pembelian disarankan untuk memeriksa struk mereka dan mencatat periode pengembalian barang. Menurut pemberitahuan merek tersebut, pengembalian barang dapat diproses di Zara VivoCity setelah penutupan pada 22 Februari 2026.(*/saf/cnalifestyle)
(lam)