LANGIT7.ID-Jakarta; Perguruan tinggi Islam baru di Singapura, Singapore College of Islamic Studies (SCIS), akan dibangun di sebelah kampus baru Singapore University of Social Sciences (SUSS) di kawasan Rochor. Hal ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Lawrence Wong dalam Pidato Hari Nasional berbahasa Melayu, Minggu (17/8), di ITE College Central, Ang Mo Kio.
Nantinya, mahasiswa SCIS bisa mengambil mata kuliah di SUSS sebagai bagian dari studi mereka. Selain itu, kedua kampus akan berbagi fasilitas sehingga mahasiswa dari dua institusi ini bisa lebih sering berinteraksi. Menurut Wong, cara ini akan membuat pengalaman kehidupan kampus lebih kaya dan bermanfaat.
Wong menjelaskan, SCIS akan memiliki bangunan sendiri di lokasi bekas Rochor Centre, bersebelahan dengan area yang dipersiapkan untuk kampus baru SUSS yang ditargetkan rampung pertengahan 2030-an. “SCIS dan SUSS akan menempati gedung masing-masing yang mencerminkan identitas dan tujuan mereka,” kata Wong. Namun, ia tidak menyebutkan kapan tepatnya kampus baru itu akan selesai dibangun.
Tentang SCISDalam pidatonya tahun lalu, Wong sudah menyebut bahwa SCIS akan membuka program sarjana penuh waktu dengan dua pilihan jurusan: Studi Islam dan Ilmu Sosial.
Mufti Singapura, Nazirudin Mohd Nasir, menambahkan pada November lalu bahwa SCIS akan mulai menerima mahasiswa angkatan pertama sebanyak 60 orang pada tahun 2028. Sambil menunggu kampus di Rochor selesai, SCIS akan sementara beroperasi di gedung di 51 Bencoolen Street.
Berdasarkan keterangan Dewan Agama Islam Singapura (MUIS), SCIS juga akan bekerja sama dengan beberapa lembaga internasional untuk mengembangkan program sarjana empat tahun penuh waktu. Di antaranya adalah Dar al-Ifta (Mesir), Universitas Yordania, dan Universitas Al-Qarawiyyin di Maroko.
Selain program sarjana, SCIS juga akan membuka program pascasarjana berupa sertifikat Islam in Contemporary Societies. Program ini ditujukan untuk lulusan perguruan tinggi Islam luar negeri yang ingin menjadi guru agama (asatizah) di Singapura.
SCIS juga akan membangun pusat riset bertajuk Study of Muslim Communities of Success. Program ini dirancang untuk mendukung pemimpin agama, asatizah, dan peneliti yang ingin mendalami kajian tentang komunitas Muslim di berbagai belahan dunia. (*/bil/channelnewsasia)
(lam)