Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 12 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pendidikan Islam di Era Modern: Antara Negara, Kebijakan, dan Identitas

alfin Selasa, 12 Mei 2026 - 13:50 WIB
Pendidikan Islam di Era Modern: Antara Negara, Kebijakan, dan Identitas
Ronald Lukens-Bull, Guru Besar University of North Florida sekaligus ahli antropologi agama Islam di Indonesia. (Dok: Alfin)
LANGIT7.ID-Tangerang; Seperti apa masa depan pendidikan Islam ketika harus bersaing dengan arus modernitas? Pertanyaan inilah yang coba dijawab dalam diskusi publik bertajuk “Negara dan Politik Pendidikan Islam” yang digelar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (11/5/2026), di Aula Madia Lantai 1.

Tidak sekadar bedah buku atau seminar biasa, acara ini menghadirkan perspektif lintas negara untuk melihat sejauh mana kebijakan publik memengaruhi wajah pendidikan Islam saat ini.

Hadir sebagai pembicara sejumlah nama menarik: Ronald Lukens-Bull, Guru Besar University of North Florida sekaligus ahli antropologi agama Islam di Indonesia; Prof. Nina Nurmila, Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UIII; serta para dosen UIN Jakarta seperti Dr. Suwendi, M.Ag., Dr. M. Zaki Mubarak, M.Si., dan Ahmad Abrori, M.Si., Ph.D.

Dalam pemaparannya, Ronald Lukens-Bull menyoroti satu hal yang jarang ditemui di negara lain: pesantren di Indonesia mampu bertransformasi mengikuti sistem pendidikan modern, tanpa kehilangan ciri khas tradisionalnya. Baginya, ini adalah bukti bahwa politik pendidikan di Tanah Air cukup terbuka.

“Pesantren di Indonesia punya keunikan luar biasa. Mereka bisa berdialog dengan modernitas tanpa kehilangan jati diri. Pendidikan di sini memberi ruang bagi institusi Islam untuk tumbuh sebagai pilar intelektual bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Nina Nurmila menekankan perlunya kurikulum yang tak hanya pintar secara agama, tapi juga peka terhadap isu kekinian. Menurutnya, negara punya peran sentral untuk memastikan pendidikan Islam tidak melulu soal teologi, melainkan juga alat pemberdayaan sosial dan kesetaraan.

“Kita harus memastikan kurikulum pendidikan Islam inklusif dan responsif terhadap isu kontemporer. Negara memegang kunci agar pendidikan tak hanya terpaku pada aspek teologis, tapi juga menjadi alat pemberdayaan dan penegakan kesetaraan,” tegasnya.

Diskusi ini menjadi bagian dari komitmen FISIP UIN Jakarta untuk terus menjadi ruang pertemuan antara pemikiran akademik global dan kebijakan strategis nasional. Bukan sekadar wacana, tapi upaya nyata merawat nalar kritis terhadap masa depan pendidikan Islam di Indonesia.(*/saf/uin jakarta)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 12 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)