LANGIT7.ID-Jakarta; Selama bertahun-tahun, jurusan Ekonomi Syariah kerap dipersepsikan hanya berkaitan dengan teori keagamaan. Padahal, perkembangan industri halal dan sektor keuangan syariah telah membuka kebutuhan besar terhadap tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Pandangan itu turut disoroti Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag. Menurutnya, mahasiswa Ekonomi Syariah tidak hanya mempelajari aspek keagamaan, tetapi juga memahami berbagai aspek ekonomi pada level makro maupun operasional.
“Karier bagi lulusannya tidak hanya menghasilkan uang, tapi juga berkah. Kenapa? Karena prodi ini mengajarkan bagaimana ekonomi dijalankan dengan prinsip keadilan, transparansi, bebas riba, yang ujung-ujungnya kemasalahatan bagi masyarakat,” ujar Prof. Dudang dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Pemahaman yang diperoleh selama kuliah juga mencakup berbagai bidang yang menjadi kebutuhan industri saat ini. Mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai operasional perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, hingga analisis produk investasi halal.
Bekal tersebut membuat pilihan profesi lulusan semakin beragam. Mereka dapat berkarier sebagai praktisi perbankan dan keuangan syariah, konsultan bisnis halal, pengelola lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf, maupun menjadi akademisi dan peneliti.
Namun, peluang kerja yang luas tidak datang begitu saja. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Bandung Dr. Evi Sopiah, M.Ag. mengingatkan bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku kuliah agar mampu bersaing ketika memasuki dunia profesional.
Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi salah satu modal penting. Karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti praktikum, magang, dan proyek kolaboratif bersama industri agar memiliki pengalaman kerja yang relevan sebelum lulus.
Selain kompetensi teknis, dunia kerja juga membutuhkan individu yang memiliki integritas, kejujuran, dan etos kerja yang kuat. Kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim juga dinilai menjadi bekal penting yang perlu diasah melalui aktivitas organisasi selama masa kuliah.
Dr. Evi juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang positif. Lingkaran pertemanan yang saling mendukung dan aktif berbagi informasi peluang kerja dinilai dapat membantu mahasiswa mempersiapkan masa depan karier secara lebih matang.
Untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri tersebut, Program Studi Ekonomi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi menjalin kerja sama dengan Muamalat Institute.
Kolaborasi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dirangkaikan dengan Pembekalan Karir Mahasiswa Tingkat Akhir (PKMTA) di Aula FEBI UIN Bandung akhir pekan lalu.
Acara itu dihadiri Direktur Eksekutif Muamalat Institute Dyah Ekowati, Region Head Jawa Barat dan Kalimantan 1 Erick Ermawan, HCBP Region Jabarkal 1 Bank Muamalat Indonesia Mantiq Al Kindy, serta dosen Prodi Ekonomi Syariah Dr. Irni Cahyani, ME.
Kesepakatan yang ditandatangani oleh Dr. Evi Sopiah dan Dyah Ekowati tersebut menjadi langkah bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kampus melalui berbagai program pengembangan talenta.
Sebagai lembaga training, edukasi, dan sertifikasi syariah, Muamalat Institute juga membuka akses bagi mahasiswa dan dosen Prodi Ekonomi Syariah UIN Bandung untuk memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki sebagai laboratorium pembelajaran nyata.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri itu diharapkan semakin memperkuat kesiapan lulusan dalam menjawab kebutuhan ekosistem ekonomi syariah yang terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia berkualitas.
(lam)