Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 11 Agustus 2026
home wirausaha syariah detail berita

AI dan Blockchain Buka Jalan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Digital

tim langit 7 Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:02 WIB
AI dan Blockchain Buka Jalan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Digital
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7T.ID-Jakarta; Indonesia memiliki peluang memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pengembangan keuangan syariah digital dunia melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi blockchain.

Komisaris Menara Syariah Harianto Solichin menilai perkembangan teknologi tersebut dapat menjadi momentum bagi Indonesia, terutama ketika industri aset digital terus berkembang.

"Kolaborasi teknologi dengan prinsip syariah akan membuka peluang bagi startup lokal untuk bersaing di pasar global," kata dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Dorongan itu muncul bersamaan dengan kerja sama lima perusahaan teknologi finansial binaan Menara Syariah yang tergabung dalam inisiatif Kripto Syariah dengan PT Central Finansial X (CFX). Kelimanya menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 22 juta investor aset kripto. Besarnya basis investor tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan investasi yang dikelola secara profesional, didukung teknologi, serta memiliki mekanisme penilaian kepatuhan syariah yang independen.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyatukan pengelolaan aset, tokenisasi, dan pemeringkatan syariah dalam satu ekosistem yang terpadu.

Menurut Harianto, penerapan AI dalam industri keuangan syariah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknologi. Pengembangannya harus tetap berlandaskan Maqasid Syariah, yakni menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Pemanfaatan analitik data yang lebih akurat dinilai dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, wakaf, sukuk, maupun berbagai layanan keuangan syariah lainnya.

"Teknologi bukan sekadar alat digitalisasi, tetapi harus menjadi instrumen untuk memperluas kemaslahatan dan memperkuat integritas ekonomi syariah," ujar Harianto.

Di sisi lain, perkembangan aset digital membuka ruang baru bagi pengembangan instrumen keuangan syariah. Tokenisasi dan blockchain menjadi bagian dari ruang tersebut ketika kebutuhan terhadap produk dan layanan keuangan yang etis, inklusif, dan berbasis teknologi terus berkembang.

Kerja sama dengan CFX juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi inovasi anak bangsa untuk menembus pasar keuangan digital global.

Dalam sumber disebutkan sejumlah fokus pengembangan startup yang terlibat, yakni Orbitum yang mengembangkan tokenisasi sukuk, RWA Asset & Dejavu Wakaf yang berfokus pada tokenisasi aset dunia nyata dan digitalisasi wakaf, Aries Technology yang membangun infrastruktur tokenisasi emas berbasis syariah, Dynasty Capital sebagai platform kripto syariah dengan aset digital berlabel halal, serta Paxito yang mengembangkan ekosistem kripto syariah di Indonesia.

Pada bagian awal, sumber juga menyebut lima perusahaan teknologi finansial yang menandatangani MoU tersebut sebagai DynastyCapital, Orbitum, AriesTech, Asyah, dan Peksindo.

Harianto melihat kemunculan startup-startup tersebut sebagai gambaran potensi talenta muda Indonesia dalam menciptakan inovasi berbasis syariah yang mampu bersaing secara internasional.

"Anak-anak muda Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggerak ekonomi syariah digital. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, ekosistem yang kuat, dan keberanian untuk membawa inovasi ke tingkat global," kata dia.

Prospek ekonomi syariah global, menurut Harianto, masih sangat besar. Nilainya diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang etis, inklusif, dan berbasis teknologi.

Namun, perkembangan teknologi juga membawa tantangan. Harianto mengingatkan tata kelola teknologi, transparansi algoritma, serta mitigasi risiko bias harus menjadi perhatian utama dalam pemanfaatan AI.

Langkah tersebut diperlukan agar perkembangan AI tetap sejalan dengan prinsip keadilan dan nilai-nilai syariah.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 11 Agustus 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:01
Ashar
15:22
Maghrib
17:58
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan