LANGIT7.ID-Jakarta; BCA Syariah menegaskan komitmennya memperluas dampak sosial melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan mitra. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memastikan keberadaan bank tidak hanya memberikan manfaat bagi nasabah, tetapi juga masyarakat secara lebih luas.
Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui pembangunan masjid di Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif 99 Masjid Asmaul Husna yang dijalankan BCA Syariah bersama Yayasan Cinta Quran dan Masjid Nusantara.
Corporate Secretary BCA Syariah Fikri Hudaya menjelaskan, kolaborasi menjadi penting karena bank tidak dapat menjalankan seluruh program sosial secara mandiri. Mitra di lapangan berperan memberikan informasi mengenai wilayah yang membutuhkan bantuan sekaligus membantu proses pelaksanaan program.
“BCA Syariah tidak mungkin membangun sendiri. Tetapi bagaimana teman-teman di mitra BCA Syariah ini bisa memberitahu kami bahwa di wilayah ini terdampak cukup berat,” ujar Fikri saat pemaparan kinerja semester I 2026 di Wisma 2 BCA Syariah, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, lokasi masjid yang dibantu berada cukup jauh dari akses jalan utama. Tim harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah hingga dua jam melalui jalan perkebunan dan jalan desa untuk mencapai lokasi.
Kondisi masyarakat di wilayah tersebut juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang diterima BCA Syariah, banjir yang terjadi mencapai sekitar dua hingga dua setengah meter sehingga bangunan masjid sebelumnya hanya menyisakan bagian kubah yang terlihat.
Dalam program tersebut, BCA Syariah menyatakan memberikan bantuan pembangunan secara menyeluruh hingga masjid dapat digunakan masyarakat. Bank tidak hanya memberikan sebagian dukungan pembangunan, tetapi mengambil peran hingga proses pembangunan selesai.
Fikri mengatakan masjid tersebut ditargetkan dapat diresmikan dan digunakan masyarakat dalam waktu dekat, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Selain pembangunan masjid, Direktur BCA Syariah Ina Widjaja mengatakan konsep
strengthening impact juga diterapkan melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan UMKM.
Menurut Ina, BCA Syariah kini tidak hanya memberikan pelatihan kepada pelaku usaha, tetapi juga berupaya memperluas akses pasar melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga.
Salah satunya melalui program Wepreneur. BCA Syariah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk membantu UMKM binaan memperoleh akses pasar, termasuk membuka peluang ekspor dan membantu sertifikasi halal.
“Kalau dulu kita hanya memberikan pengajaran-pengajaran, sekarang kita mulai memperluas pasar dengan bekerja sama,” kata Ina.
Penguatan dampak sosial juga dilakukan melalui literasi keuangan. BCA Syariah sebelumnya aktif memberikan edukasi keuangan kepada sekolah-sekolah menggunakan produk SimPel dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ke depan, edukasi tersebut akan diperkuat melalui kehadiran BSYA Junior.
Produk tersebut ditujukan bagi anak usia 12-17 tahun dengan keterlibatan dan pengawasan orang tua. Melalui aplikasi yang sama, orang tua dapat memantau aktivitas transaksi anak sekaligus memberikan persetujuan terhadap penggunaan layanan.
Direktur BCA Syariah Lukman Hadiwijaya mengatakan aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangan BSYA Junior. Sistem keamanan akan mengacu pada mekanisme yang telah diterapkan pada layanan BSYA saat ini dengan memperhatikan aspek manusia, proses, dan teknologi.
Baca juga: BCA Syariah Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan BI Rate, Fokus Jaga Dana Nasabah dan PembiayaanSelain itu, orang tua akan memiliki kemampuan memberikan batas transaksi atau limit kepada anak. Langkah tersebut ditujukan untuk membatasi potensi kerugian apabila terjadi penyalahgunaan atau penipuan.
“Tujuannya hanya untuk menabung sebetulnya, tapi bisa saja limitnya kita minimize. Amit-amit kalau sampai pun tertipu, ya ada limitnya,” ujar Lukman.
BCA Syariah berharap pengembangan BSYA Junior tidak hanya menjadi inovasi layanan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan literasi keuangan syariah kepada generasi muda sejak dini.
(lam)