LANGIT7.ID-Teluk Bintuni; Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan perkaderan Baitul Arqam (BA) untuk pertama kalinya pada 22–24 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan ideologi persyarikatan di pulau paling timur Indonesia.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam ceramahnya di UNIMUTU menekankan pentingnya pemahaman keagamaan yang khas di lingkungan Persyarikatan.
"Muhammadiyah memiliki rumusan-rumusan khas yang membedakan pemahaman keagamaan, keislaman, dan keberagamaan dengan yang lain. Persyarikatan Muhammadiyah adalah gerakan Islam berkemajuan, sehingga cara berpikir dan bertindak pun harus selalu selangkah di depan," papar pria yang akrab disapa Gus Bach tersebut, Rabu (4/8/2026).
Gus Bach, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menegaskan bahwa sebagai gerakan keagamaan, Muhammadiyah harus terus hadir dan mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya pembinaan ideologi yang masif, terutama di lingkungan perguruan tinggi.
"Pembinaan ideologi harus terus berdenyut di semua lini, terutama kampus. Kampus sebagai rumah peradaban perlu memancarkan sinarnya untuk kehidupan umat Islam yang lebih luas," pungkas Gus Bach.
Sementara itu, Master of Training Baitul Arqam UNIMUTU, M. Irfan Islami, menyebut penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat serta didukung penuh oleh PWM Papua Barat ini sebagai momentum penting bagi tumbuh dan berkembangnya kaderisasi Muhammadiyah di Tanah Papua.
"Inisiasi pelaksanaan rangkaian perkaderan ini bukan hanya untuk optimalisasi kehadiran instruktur nasional di Papua Barat, namun juga menjadi momentum tumbuhnya kebersamaan dan semangat bangkit bersama dalam mengibarkan bendera Sang Surya di pulau paling timur Indonesia melalui gerakan kaderisasi yang intensif dan berkelanjutan," ujar Irfan.
Irfan, yang juga menjabat sebagai Ketua Korps Instruktur Nasional Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menambahkan bahwa iklim Papua yang kaya akan keberagaman menjadi nilai tambah tersendiri bagi para kader. Menurutnya, kader Muhammadiyah di Bumi Cenderawasih telah teruji oleh alam, keberagaman budaya, serta keharmonisan antarwarga dan agama.
"Melalui perkaderan di UNIMUTU ini, kader akan makin solid, sinergis, dan mantap dalam mengembangkan syiar dakwah, yang tentunya memberikan manfaat besar bagi warga dan Tanah Papua," tegasnya.
Rektor UNIMUTU, Tri Wahyuni berharap, perkaderan ini semakin mengokohkan peran dakwah kampus.
"UNIMUTU yang baru lahir pada Juni 2025 terus bergerak mendukung dakwah Pencerahan Muhammadiyah. Semoga ikhtiar ini menjadi rintisan langkah menguatkan konsolidasi kaderisasi di Tanah Papua pada umumnya, dan Teluk Bintuni pada khususnya," paparnya.
Rektor UNIMUTU menambahkan kegiatan Baitul Arqam ini menjadi potret keberagamaan yang inklusif.
"Baitul Arqam Dosen dan Tendik yang terdiri dari muslim dan nonmuslim. Bahkan lebih dari 200 mahasiswa yang mengikuti Baitul Arqam angkatan pertama hampir 80 persen nonmuslim. Mereka mengikuti pengkaderan ini dengan gembira," kisahnya sumringah saat dihubungi pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa adalah yang pertama di Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Tanah Papua. UNIMUTU adalah Kampus Adat dengan keberagaman.
"Semoga UNIMUTU menjadi kampus yang memberikan sumbangsih kemajuan untuk Kabupaten Teluk Bintuni menjadi Kota Pendidikan," pungkasnya.
(lam)