Apresiasi Kehadiran GNAI, Ini Respons UAS Soal Islamofobia
fajar adhityaSenin, 18 Juli 2022 - 22:06 WIB
Ustaz Abdul Somad. (Foto: Antara)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah elemen umat Islam menggagas Gerakan Nasional Anti Islamofobia (GNAI). Inisiatif ini dilatarbelakangi maraknya sikap islamofobia sekaligus menguatkan perayaan Hari Anti Islamofobia setiap tanggal 15 Maret.
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengapresiasi inisatif kehadiran GNAI. Dia berharap gerakan ini dapat menjadi garda terdepan melindungi umat dari pendangkalan akidah dan kebencian kepada dakwah Islam.
Menurut UAS, Islamofobia dewasa ini menjelma menjadi semacam gerakan yang menimbulkan rasa takut terhadap dakwah Islam. Akibatnya, para da’i yang mengajak kepada seruan Allah SWT pun dianggap sebagai ancaman.
"Ceramah tausiah yang isinya hanya mengajak orang ke jalan Allah SWT pun dijadikan sebagai ketakutan, disebut dengan Islamofobia," kata UAS lewat rekaman video saat deklarasi GNAI di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, dikutip Senin (18/7/2022).
UAS mengingatkan agar umat Islam mewaspadai gerakan internasional Islamofobia. Di sisi lain, dia bersyukur adanya sejumlah elemen umat Islam yang mendeklarasikan gerakan perlawanan memerangi kebencian terhadap Islam.
GNAI khawatir dengan tindakan Islamofobia terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, islamofobia disebut mulai tumbuh menggerogoti keyakinan anak muda.
GNAI mendorong Hari Anti Islamofobia yang dicetuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 15 Maret turut diperingati di Indonesia. Selain itu, GNAI mendorong pemerintah menelurkan kebijakan yang afirmatif terhadap berbagai agama agar tercipta kerukunan.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”