LANGIT7.ID, Jakarta - Gerakan anti Islamophobia yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Maret mendapat sambutan besar di Indonesia. Sebab Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.
Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan mengatakan negara super power Amerika sedang memotori gerakan anti Islamophobia di Indonesia. Menurut dia, umat Islam harus memanfaatkan peluang ini.
"Dengan berputar arahnya Amerika saat ini, tentu saja peluang bagi umat Islam mendudukkan Islam sebagai ajaran mainstream yang sejajar dengan ajaran kapitalisme dan sosialis-demokrat di berbagai negara maju," ujar Syahganda dalam keterangan yang diterima
Langit7, Ahad (19/6/2022).
Baca Juga: Dosen UIN Jakarta: Islamofobia adalah Industri yang Direkayasa dengan Dana FantastisNamun Syahganda menilai peluang ini tidak lama, karena tergantung masa kepresidenan Partai Demokrat di Amerika. Karenanya ia mendorong agar Muhammadiyah memotori gerakan ormas Islam dalam isu anti Islamophobia dan juga menjadi mitra pemerintah Indonesia ataupun PBB dalam misi tersebut.
Syahganda juga meminta jajaran ormas Islam mengkaji pikiran Ilhan Omar, tokoh anti Islamophobia Amerika, sekaligus sponsor "UU International Combating Islamophobia", yang mampu menjelaskan bahwa isu terorisme yang selama ini dikembangkan Amerika adalah kebencian terhadap Islam.
"Muhammadiyah sebagai ormas yang banyak cendikiawannya harus mampu mengkaji cara Ilhan Omar membalikkan diksi terorisme di Amerika, seperti Omar mengatakan bahwa pemboman 9/11 dilakukan segelintir orang bukan dilakukan Islam," katanya.
"Dengan kecendikiawanan, umat Islam dapat mengklaim kembali hak-hak sejarahnya yang paling besar di Indonesia," imbuhnya.
Baca Juga: MUI Tekan India Patuhi Resolusi PBB tentang Anti Islamofobia
Baca Juga: Pererat Kerja Sama, MUI Akan Bentuk Poros Muslim Indonesia-Rusia(zhd)