Ibadah qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi momentum membentuk manusia bertakwa, melawan ketamakan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Takdim kepada guru dalam Islam harus tetap berlandaskan akal, adab, dan syariat. Penghormatan kepada ulama tidak boleh berubah menjadi kultus individu yang menghilangkan nalar kritis.
Fathor Rohman menyoroti batas tipis antara penghormatan kepada kiai di pesantren dan praktik pengultusan yang berpotensi melemahkan nalar kritis santri.
Refleksi Syawal usai Ramadhan: menjaga pengendalian diri, menekan hawa nafsu, dan membuktikan kemenangan sejati agar nilai spiritual tetap terjaga sepanjang tahun.
Opini Fator Rahman: Ramadan sebagai Samawa Journey bagi keluarga. Simak ulasan mengenai pentingnya sinkronisasi waktu, harmoni suami-istri, dan membangun sense of belonging di bulan suci.
Mengapa ayat tentang doa terselip di tengah hukum puasa? Simak ulasan mendalam Fator Rahman mengenai rahasia kedekatan Allah (Qarib) dan pengabulan doa di bulan Ramadan.
Artikel ini mengulas persoalan sampah dari perspektif fiqih Islam dan lingkungan hidup, menegaskan bahwa membuang sampah sembarangan adalah perbuatan haram karena menimbulkan kerusakan, serta menempatkan Fiqh al-Biah sebagai solusi etis dan spiritual dalam menjaga kelestarian bumi.
Tulisan ini mengulas krisis lingkungan modern dari perspektif Islam melalui pandangan Al-Qardhawi, konsep 5R Mary Evelyn Tucker, serta urgensi Ijtihad Ekologis. Menjelaskan peran manusia sebagai khalifah, amanah ekologis, dan kaitannya dengan maqasid syariah untuk menjaga keberlanjutan alam secara berkeadaban.
Artikel ini membahas bahaya riba yang telah merasuki berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi hingga ibadah. Disertai pandangan ulama seperti Gus Baha dan Fazlur Rahman, tulisan ini mengulas dampak sosial-ekonomi riba serta solusi keuangan Islam melalui konsep bagi hasil yang adil dan berlandaskan syariah.
Fenomena fatherless dan daddy issue kini menjadi perhatian serius di Indonesia. Artikel ini mengulas dampak psikologis anak tanpa figur ayah, penyebab meningkatnya fatherless, hingga pandangan Islam tentang pentingnya peran ayah sebagai pendidik, pelindung, dan teladan dalam keluarga.
Pernikahan dalam Islam bukan sekadar ikatan dua insan, melainkan perjanjian kokoh (mitsaqan ghalida) untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Artikel ini membahas makna spiritual, fenomena Tepuk Sakinah, serta tantangan pernikahan milenial dan Gen Z di era modern.
Fenomena sugar daddy dan sugar baby menggambarkan pergeseran budaya dan moral di masyarakat modern Indonesia. Hubungan yang berlandaskan materi ini menunjukkan ketimpangan sosial dan ekonomi antara laki-laki dan perempuan, serta menjadi peringatan penting bagi moralitas dan nilai-nilai agama di era digital.