LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena fashion jalanan
Citayam Fashion Week (CFW) menjadi perbincangan ketika banyak remaja dan anak muda bergaya bak model di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Banyak kalangan menilai pakaian yang dikenakan anak-anak CFW mencerminkan kreativitas.
Para
ulama pun memiliki gaya dan ciri khas dalam berbusana. Mereka tampil dengan elegan dan tetap mengedepankan
syariat Islam dan menampilkan sunnah Rasulullah dalam berpakaian.
Baca Juga: Berikut ulasannya:1. Gus Baha![Heboh CFW, Ini Gaya Fesyen 5 Ulama saat Berdakwah]()
K.H. Ahmad Bahauddin atau akrab dikenal sebagai
Gus Baha merupakan ulama yang sangat sederhana dalam berbusana ketika berdakwah. Gus Baha hanya mengenakan kemeja putih lengan panjang, kopiah berwarna hitam, dan sarung.
Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Qur’an LP3IA Narukan Rembang, pernah mengungkapkan tentang rahasia mengapa selalu memakai baju putih dan berpeci hitam. Soal peci, Gus Baha senantiasa memegang nasihat gurunya, KH Maimoen Zubair.
Mbah Moen, kata Gus Baha dalam suatu cermah, sering marah bila melihat santrinya berpeci putih sebab dinilai tidak menghormati masyarakat biasa yang berjuang agar bisa pergi haji dan mengenakan peci putih. Sementara kemeja putih merujuk pada sunnah Rasulullah untuk memakai pakaian berwarna putih.
2. Ustadz Abdul Somad![Heboh CFW, Ini Gaya Fesyen 5 Ulama saat Berdakwah]()
Dai kondang
Ustadz Abdul Somad termasuk yang fleksibel dalam berbusana. Ia jarang mengenakan surban atau gamis melainkan hanya peci, baju koko, kemeja dengan berbagai motif, dan kain burdah yang selalu berada di pundak.
UAS juga lebih banyak dan sering memilih memakai celana panjang dibandingkan sarung. Hal ini menjadi salah satu cara berpakaian ciri khas UAS.
3. Aa Gym![Heboh CFW, Ini Gaya Fesyen 5 Ulama saat Berdakwah]()
Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid,
Aa Gym termasuk da’i yang memperhatikan kerapian dan sifat elegan gaya busana saat berdakwah. Meskipun sederhana, gaya fesyen Aa gym terlihat berkelas dipadu dengan surban putih.
Aa gym sering terlihat menggunakan jas koko yang menjadi ciri khasnya. Aa gym juga jarang terlihat mengenakan kain sarung.
4. Ustadz Salim A Fillah
Ustadz Salim tak jarang mengenakan fesyen muslim yang dipadu dengan corak budaya jawa, seperti batik. Pendakwah yang sering membawa umat ke kisah masa lalu Nabi Muhammad ini juga tak canggung mengenakan blankon dan surjan.
Menurutnya, pakaian tradisonal surjan berasal dari kata Arab "siraajan", yang berarti menjadi pelita, jenis lain busana gaya Mataraman Yogyakarta ada yang disebut "Pranakan". Surjan adalah pakaian taqwa yang berciri ujung lancip sebagai simbol permohonan bimbingan selalu menuju sirathal mustaqim.
5. Buya Yahya
Buya Yahya selalu mengedepankan sunnah Rasulullah dalam berpakaian. Gaya busana dakwahnya mirip dengan para habaib (ulama keturunan Rasulullah) dengan surban, gamis, dan kain burdah yang selalu menggantung di pundak.
Penampilan Buya Yahya semakin terlihat keren bila mengenakan kaca mata hitam dan memegang tongkat.
(asf)