LANGIT7.ID, Jakarta -
Ustaz Abdul Somad (UAS) salah satu pendakwah yang memiliki jutaan subscriber dan follower di media sosial. Di kanal YouTube, Dai asal Riau itu memiliki 2,88 juta subscriber. Video-video ceramah UAS di kanal itu pun sudah dikunjungi puluhan juta pengguna internet.
Subscriber dan viewers sebanyak itu tentu mendatangkan banyak pundi-pundi rupiah. Namun ternyata, UAS sama sekali tidak pernah mengambil uang hasil YouTube. Semua dana itu diberikan kepada fakir miskin dan santri.
UAS memang tengah membangun pesantren di Riau. Pesantren itu dia beri nama Pondok Pesantren Nurul Azhar. Dalam proses pembangunan, pesantren itu membutuhkan dana sekitar Rp4 miliar.
Baca Juga: Tausiah Kebangsaan UAS: Penjajahan Bertentangan dengan Hak Asasi Manusia
“Saya bukan orang kaya, saya bukan bisnisman. Lalu, dari mana duitnya ustadz? Semua hasil dari Ustadz Abdul Somad Official di Youtube itu habis semuanya. Makanya datang pegawai pajak. ‘Kami dari kantor pajak akan mengaudit hasil YouTube. Lah, habis untuk anak-anak santri semuanya. Saya tak ada ambil seperak, haram saya mengambil duit YouTube itu,” kata UAS di kanal Tabung Wakaf Umat, dikutip Kamis (18/8/2022).
Pada kesempatan lain, UAS pernah menyampaikan, saluran YouTube memiliki dua fungsi utama, yakni untuk menyebarkan ilmu dan ajaran Islam dan sebagai wadah bagi para jamaah untuk turut bersedekah. Sebab, kata dia, setiap menonton video di kanal YouTube-nya sama seja sudah memberikan sejumlah yang ke fakir miskin dan santri.
“Jadi, kalau bapak dan Ibu semua menonton video pengajian saya, itu sama dengan kalian membeli sembako untuk mereka yang membutuhkan. Coba tanya Tim media langsung dan yayasan, habis dibagikan ke fakir miskin. Oleh sebab itu, subscribe, like, and share,” kata UAS.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad dan Sejumlah Komunitas Gelar Advanture Dakwah
UAS memang sosok pendakwah yang tak pernah meminta imbalan saat diundang ceramah. Itu sekaligus membantah isu yang kerap menyebut UAS meminta imbalan saat mendapat undangan ceramah.
“Kita (pendakwah) itu tak boleh mematok harga. Saya sampai hari ini diundang orang nggak pernah minta (kriteria) pesawat ini, duduknya di kursi ini, tak pernah. Makanya, saya pernah buat video pendek, ‘saya Abdul Somad yang pernah berceramah dari Sabang Merauke, kalau ada yang mengatasnamakan saya dan meminta DP, tiket pesawat, dan sebagainya, berarti itu penipu. Tak boleh mematok tarif,” pungkas UAS.
(jqf)