LANGIT7.ID - Umat Islam mendapat jaminan masuk surga, baik melalui hisab terlebih dahulu atau tanpa hisab. Syaratnya, sampai akhir hayat bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Ta’ala.
Rasulullah SAW bersabda, “Semua umatku pasti akan masuk surga kecuali yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Barangsiapa menaatiku pasti masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka dialah orang yang enggan.” (HR Bukhari).
Anas RA meriwayatkan satu hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan dan di dalam hatinya ada seberat biji dari kebaikan.”
Baca Juga: Bolehkan Beribadah Hanya karena Berharap Surga dan Takut Neraka?
Ustaz Abdul Somad mengungkapkan, jaminan itu bukan berarti seorang muslim bebas melakukan kemaksiatan apa saja. Iman selalu naik turun, bahkan bisa saja seorang muslim murtad tanpa sadar.
“Ya semua yang mengucapkan
laa ilaha illallah masuk surga. Cuma masuknya kapan? Itu yang jadi masalah. Yang Berzina, mencuri, dibasuh dulu dalam mesin cuci. Setelah bersih, baru masuk dalam surga,” kata UAS saat menjawab pertanyaan dari jamaah dalam salah satu tausiahnya, dikutip Jumat (19/8/2022).
Dari Abi Said bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk surga, maka Allah SWT berfirman, ‘orang yang di dalam hatinya ada setitik iman, hendaklah dikeluarkan. Maka mereka pun keluar dari neraka.”
Baca Juga: 3 Kebaikan Bisa Antarkan ke Surga, Nomor 2 Paling Sederhana
Dari Abu Dzar, dia berkata bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda, “Telah datang kepadaku Malaikat Jibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapa yang meninggal di antara umatmu dalam keadaan tanpa mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupun dia berbuat zina dan mencuri.”
(jqf)