Di tengah menguatnya polarisasi tafsir dan simbol keagamaan, Dr. M. Quraish Shihab mengajak umat kembali pada hakikat ukhuwah: bukan menyeragamkan pendapat, melainkan memuliakan perbedaan dengan ilmu dan kasih.
Prof. Quraish Shihab menegaskan, perbedaan bukan alasan berpecah, tapi ruang untuk berlomba dalam kebaikan. Ukhuwah sejati lahir dari empati, keadilan, dan pengakuan atas kehendak Ilahi.
Islam datang bukan hanya membawa doa, tapi juga revolusi sosial. Dalam ukhuwah, tiada ruang bagi keangkuhan status. Setiap manusia saudara, tanpa kasta dan tanpa mahkota.
Rasulullah SAW bersabda: iman belum sempurna tanpa cinta kepada sesama. Yusuf Qardhawi menjadikannya fondasi sosial Islam: membersihkan hati, menegakkan persaudaraan.
Di tengah dunia Islam yang kian terbelah oleh politik, tafsir, dan ambisi, pesan lama Rasulullah tentang ukhuwah kembali menggema: manusia bukan musuh bagi sesamanya, melainkan saudara seiman dan sekemanusiaan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak seluruh insan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) khususnya umat Muslim
Awal Ramadhan tahun 2024 ini berpotensi ada perbedaan. Hal ini terjadi setelah terbit ketetapan ormas yang berdasarkan hisab memutuskan 1 Ramadhan 1445 H
Peran dai dan pengurus masjid sangat penting dalam menjaga ukhuwah di tahun politik. Hal ini mengingat masjid adalah tempat ibadah dan sebagai tempat dakwah.
Pertengahan 2023 ini situasi politik di Indonesia mulai meninggi. Wajar saja karena perhelatan politik di Februari 2024 akan digelar untuk memilih Presiden, Wakil Presiden dan anggota legislatif.
Guru Besar Bidang pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah ini menyebut jika tidak dipahami dengan benar dapat berdampak pada berkurangnya nilai kekeluargaan dan ukhuwah di bulan Ramadhan.