LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI, KH Muhammad Sirojudin mengatakan
MUI akan mengenalkan
ukhuwah Indonesia ke dunia internasional dengan mengandeng sejumlah ormas dan lembaga Islam.
Menurut KH Sirojuddin, dengan pengenalan
ukhuwah Indonesia ini, nantinya Indonesia akan menjadi
role model dunia internasional. Terutama di negara-negara yang memiliki konflik horizontal bahkan menjadi konflik peperangan dan lainnya.
"Penerapan
ukhuwah Indonesia tidak hanya ada satu melainkan ada tiga, yaitu
ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan
ukhuwah basyariyah," jelas KH Sirojudin dalam keterangannya dikutip Kamis (29/12/2022).
Baca juga: Sejumlah Masjid Gelar Kajian Jelang Tutup Tahun, Ini Jadwalnya Dia menyebut sebagai parameter, kekuatan ormas di Indonesia sendiri menjadi salah satu kekuatan besar. MUI saat ini menampung 60-an ormas dan lembaga Islam, baik itu PBNU, Muhammadiyah hingga Persis.
"Dari situlah nantinya MUI melalui Komisi Ukhuwah akan mem-
branding ukhuwah Indonesia untuk
go public kepada dunia internasional," jelasnya.
KH Sirojuddin menyebut, konflik-konlik horizontal yang telah terjadi di Afghanistan, Yaman, Irak, Palestina serta Suriah tidak pernah ada di Indonesia. Karena itu, Afghanistan pun sudah berkali-kali berkunjung ke Indonesia terkait dengan penyelesain konflik di sana.
Sementara itu, menjelang Pemilu 2024 mendatang, Komisi Ukhuwah MUI Pusat juga terus berdiskusi agar iklim politik di Indonesia bisa lebih sejuk dan bisa mengayomi seluruh kepentingan ormas di Indonesia.
Contoh nyata yang diberikan langsung, yaitu beberapa bulan yang lalu mereka melaunching buku yang bernama “Kode Etik Ukhuwah Islamiyah”.
“Buku ini adalah hasil dari pembahasan di
Komisi Ukhuwah di mana ada penjelasan mengenai banyak ormas serta poin-poin bagus yang harapannya akan membuat iklim politik di Indonesia menjadi kondusif,” kata Sirojudin.
Kendati demikian, dia berharap
MUI tetap kembali kepada internalnya sendiri. Sebab, masih banyak ormas-ormas serta lembaga yang belum mendaftar kepada MUI.
Baca juga: Dewan Da'wah: Kaderisasi Masjid Penting Guna Tingkatkan SDM Berkualitas “Di sinilah MUI akan mencoba merangkul sebagai pusat ormas serta lembaga yang akan memakan jalan yang cukup panjang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Ukhuwah dan Dakwah, KH M Cholil Nafis, menyampaikan konsolidasi organisasi memastikan bahwa
ukhuwah terbangun dengan baik sekaligus bekerjasama dalam menyetukan banyak perbedaan umat.
"Pertama, upaya yang dilakukan adalah menyamakan persepsi dan paradigma organisasi serta misi perjuagan. Yaitu keumatan, ke-Islaman, dan kebangsaan," terangnya.
Lebih lanjut, upaya yang kedua adalah mengharmonisasikan gerakan untuk merealisasikan visi dan misi perjuangan.
“Yaitu satu komando dalam bingkai keulamaan dan keumatan demi mencapai negara yang aman dan sejahtera berdasarkan Pancasila,” ujar dia. Dia menyatakan
MUI bergerak pada hidmah keumatan dan pada tataran politik keadaban (al-siyasah al-samiyah).
"Mengabdi pada kepentingan umat dan memastikan kebijakan yang ditetapkan dan undang yang diputuskan sesuai aspirasi umat dan memenuhi harapan masyarakat," terangnya.
Forum Ukhuwah MUI, kata Kiai Cholil, akan terus mengkoordinasi ormas-ormas Islam di setiap provinsi agar aktif membangun kesatuan dan berkontribusi untuk kesejahteraan umat dan mengafirmasi kebijakan pemerintah.
(sof)