LANGIT7.ID-Jakarta; Zakat dinilai dapat menjadi instrumen strategis dalam memitigasi dampak krisis global yang turut dirasakan Indonesia, termasuk akibat konflik bersenjata di Timur Tengah. Penilaian ini mengemuka dalam Halal Bihalal Perkumpulan Organisasi Zakat (Poroz) yang berlangsung di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2026).
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Amin Said Husni hadir mewakili Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Ia menyampaikan bahwa konflik Iran dengan Amerika dan Israel membawa dampak ekonomi serius, mulai dari terganggunya pasokan energi hingga kenaikan harga kebutuhan pokok, yang berisiko memperparah kemiskinan masyarakat.
"Ketua Umum (Gus Yahya) berharap Poroz ikut memikirkan mitigasi dampak perang di Timur Tengah, yang juga dampaknya dirasakan di Indonesia," ujar Amin Said dilansir dari situ NU, Jumat (17/4/2026).
Untuk merespons kondisi tersebut, PBNU saat ini menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Masyarakat sebagai upaya membantu warga menghadapi krisis akibat perang. Zakat ditempatkan sebagai salah satu pilar utama dalam gerakan ini.
"Zakat sebetulnya sangat diharapkan untuk bisa menjadi solusi dalam meningkatkan ketahanan masyarakat," pungkas Amin Said.
Dalam kesempatan yang sama, Amin Said menyampaikan apresiasi Gus Yahya atas capaian pengumpulan zakat lembaga-lembaga yang tergabung dalam Poroz. Namun, ia menegaskan bahwa potensi zakat yang masih sangat besar menuntut pengelolaan yang lebih intensif ke depannya.
"Gus Yahya mengapresiasi capaian lembaga amil zakat yang bergabung dalam Poroz, yang dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan dalam pengumpulan zakat," kata Amin Said.
Lebih dari sekadar pengumpulan dana, PBNU mendorong lembaga amil zakat yang terhimpun di Poroz untuk memperkuat sinergi dalam program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antar-lembaga dinilai krusial agar penyaluran zakat lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih nyata.
"Ketua Umum berharap Lembaga Amil Zakat yang berhimpun di Poroz berkolaborasi dalam pemberdayaan, sehingga pemanfaatan zakat ke depan dapat lebih terkonsentrasi," ujarnya.
(lam)