Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Nusantara Berqurban Diluncurkan, NU Care-LAZISNU Usung Konsep Qurban Ramah Lingkungan

tim langit 7 Jum'at, 17 April 2026 - 05:10 WIB
Nusantara Berqurban Diluncurkan, NU Care-LAZISNU Usung Konsep Qurban Ramah Lingkungan
LANGIT7.ID-Jakarta; Program qurban ramah lingkungan mulai didorong sebagai solusi menjawab tantangan sosial dan lingkungan menjelang Idul Adha 1447 H. Melalui inisiatif Nusantara Berqurban (NUSAQU), NU Care-LAZISNU menargetkan distribusi manfaat qurban yang lebih luas sekaligus berkelanjutan.

Peluncuran program ini dilakukan di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (16/4/2026), bertepatan dengan agenda Halal Bihalal Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz). Program tersebut disiapkan sebagai respons atas kondisi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan, terutama di wilayah terdampak bencana dan konflik kemanusiaan.

Sekretaris LAZISNU PBNU, Moesafa, menegaskan bahwa kehadiran program ini bertujuan memastikan masyarakat tetap bisa merayakan Idul Adha dengan layak di tengah situasi sulit. "Terkait program qurban, kita sama-sama tahu masih banyak masyarakat, terutama di daerah bencana dan konflik, yang membutuhkan perhatian. Karena itu, LAZISNU perlu hadir mendampingi agar mereka tetap bisa merayakan Idul Adha dengan baik,” ujarnya, dilansir dari situs NU, Jumat (17/4/2026).

Ia juga menyinggung dampak konflik global yang merembet hingga ke lapisan masyarakat bawah. "Pada sisi lain konflik global akan berdampak pada negara kita sampai tingkat paling bawah. Kita perlu membersamai masyarakat bawah ini agar bisa Hari Raya Idul Adha secara damai,” lanjutnya.

Melalui NUSAQU, konsep Green Qurban menjadi pendekatan utama. Program ini menekankan penggunaan bahan ramah lingkungan seperti besek bambu dan daun sebagai pengganti plastik, serta pengelolaan limbah hewan qurban agar tidak mencemari lingkungan. Limbah ternak, menurut Moesafa, diarahkan untuk diolah menjadi pupuk maupun biogas. "Penggunaan dan tata kelola yang kami lakukan lebih kepada instrumen yang ramah lingkungan. Misalnya, kotoran hewan tidak langsung dibuang ke saluran air, tetapi dikelola menjadi pupuk maupun biogas,” ujarnya.

Selain itu, sistem distribusi daging juga mengalami perubahan dengan menghindari plastik sekali pakai. "Nah, ini yang kami katakan sebagai Green Qurban,” jelasnya.

Dukungan terhadap pendekatan tersebut juga datang dari pemerintah. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menyatakan bahwa konsep qurban ramah lingkungan sejalan dengan program prioritas kementerian.

"Iya, kebetulan kami punya Asta Protas, ada delapan program prioritas Menteri Agama, salah satunya ekoteologi. Jadi bagaimana program-program kita, tempat-tempat ibadah kita itu ramah dengan lingkungan,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan air dalam perspektif fikih. "Yang paling mendasar dalam kitab fikih itu selalu didahului dengan Kitabut Thaharah, kan? Nah, di antaranya kebersihan air. Air itu adalah asasul hayah, kebutuhan untuk ibadah itu yang pertama air, untuk hidup juga air,” ujar Waryono.

Menurutnya, pengelolaan limbah qurban yang tidak tepat dapat berdampak langsung pada kualitas air. "Kalau airnya kotor dengan kotoran hewan yang tidak di-manage, berarti tidak bisa untuk wudhu, tidak bisa untuk dikonsumsi. Jadi sangat terkait,” tambahnya.

Program Nusantara Berqurban: Qurban Mendamaikan 1447 H dirancang untuk menjangkau masyarakat luas, termasuk wilayah 3T, kantong kemiskinan, lingkungan masjid dan pesantren, serta daerah terdampak bencana dan konflik global seperti Palestina. Pelaksanaannya akan dilakukan serentak melalui 236 jaringan LAZISNU yang tersebar di 25 provinsi dan 14 negara.

Selain aspek sosial, program ini juga membawa misi pemberdayaan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan. Qurban tidak hanya diposisikan sebagai ibadah, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan menghadirkan ketenangan bagi pequrban maupun penerima manfaat.

Untuk partisipasi masyarakat, tersedia berbagai pilihan hewan qurban. Kategori domba atau kambing dibanderol mulai Rp 3.000.000, sementara sapi mencapai Rp 70.000.000 untuk wilayah Palestina. Tersedia pula opsi 1/7 sapi dengan harga Rp 3.000.000.

Seluruh biaya tersebut sudah mencakup perawatan, pemotongan, hingga distribusi ke jaringan yang telah ditentukan. Penyaluran difokuskan kepada fakir miskin, anak yatim, masyarakat di wilayah 3T, serta daerah terdampak bencana dan konflik kemanusiaan.

Melalui program ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama berharap pelaksanaan qurban tidak hanya membawa manfaat ibadah, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)