Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 28 Agustus 2026
home masjid detail berita

Refleksi Muharram dan Hijrah: Momentum Menjadi Manusia Terbaik

ahmad zuhdi Jum'at, 10 Juli 2026 - 10:11 WIB
Refleksi Muharram dan Hijrah: Momentum Menjadi Manusia Terbaik
LANGIT7.ID-Jakarta; -

Refleksi Muharram dan Hijrah: Momentum Menjadi Manusia Terbaik

Menjadi manusia terbaik di hadapan Allah SWT merupakan misi utama setiap Muslim dalam mengarungi kehidupan di dunia. Bidang Garapan Pembinaan SDI dan Pembinaan Jamiyah PW Persis DKI Jakarta, al-Ustaz Agus Mulyana menyampaikan bahwa terdapat dua momentum besar yang dapat menjadi batu pijakan strategis bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas diri, yaitu kemuliaan bulan Muharram dan esensi dari semangat Hijrah.

Ustaz Agus Mulyana menguraikan bagaimana kedua momentum ini saling bertaut dalam membentuk pribadi Muslim yang bertakwa dan berderajat tinggi. Pertama, bulan Muharram merupakan momentum menjaga diri dari kezaliman.

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan yang disucikan) yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36, bersama dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan istimewa ini, umat Islam diperingatkan secara keras melalui pesan bimbingan: "Janganlah kalian menganiaya diri kalian sendiri."

"Kezaliman atau menganiaya diri sendiri dalam arti sederhana adalah melanggar syariat dan melakukan kemaksiatan yang dilarang oleh Allah SWT. Meskipun maksiat harus dihindari setiap saat, melakukan pelanggaran di bulan haram memiliki bobot dosa dan konsekuensi yang jauh lebih besar di hadapan Allah SWT.," ungkapnya.

Kedua, amalan puasa Asyura dan Tasu'a. Sebagai bentuk optimalisasi ibadah, umat Islam sangat ditekankan untuk menjalankan Puasa Asyura pada 10 Muharram. Rasulullah ﷺ juga mensyariatkan Puasa Tasu'a pada 9 Muharram sebagai pembeda (mukhalafatun lil Yahud) dari tradisi kaum Yahudi.

Kedua, esensi hijrah. Transformasi sikap menuju kesempurnaan. Momentum kedua yang tidak kalah penting adalah peringatan Hijrah, seiring dengan bergantinya tahun baru Islam dari 1445 Hijriah menuju 1446 Hijriah. Pergantian kalender ini sejatinya menjadi pengingat bahwa jatah usia manusia di dunia kian berkurang.

Merujuk pada pandangan ulama besar Syekh Ramadhan al-Buthi, makna hijrah di era kontemporer telah bergeser dari sekadar perpindahan ruang fisik (makaniyah) menjadi transformasi batin dan karakter (maknawiyah). Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah ﷺ:

"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR.Bukhari).

Prinsip hijrah yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari meliputi berpindah secara konsisten dari kondisi yang belum baik menjadi lebih baik.

Memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak dari yang belum sempurna menuju kesempurnaan. Kedua, menjadikan setiap sisa umur sebagai ajang pembuktian kesalehan.

Pada akhir uraiannya, Ustadz Agus mengutip Surah At-Taubah ayat 20 yang memberikan jaminan serta penilaian luhur dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang mampu memadukan iman, hijrah, dan perjuangan:

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS. At-Taubah: 20).

Melalui integrasi dua momentum ini, menjaga diri dari dosa di bulan Muharram serta melakukan transformasi sikap melalui semangat hijrah, eorang Muslim berpeluang besar meraih predikat sebagai manusia terbaik, serta mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat kelak.



(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 28 Agustus 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:58
Ashar
15:16
Maghrib
17:56
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan