Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home masjid detail berita

Nabi Yunus di Perut Ikan, Duka yang Diselamatkan pada Asyura

miftah yusufpati Ahad, 29 Juni 2025 - 05:45 WIB
Nabi Yunus di Perut Ikan, Duka yang Diselamatkan pada Asyura
Nabi Yunus yang pemarah berubah menjadi nabi yang diselamatkan karena doa dan taubat. Ilustrasi: Ist
LANIT7.ID- Nabi Yunus dihukum karena marah dan meninggalkan kaumnya. Dalam gelap lautan, gelap malam, dan gelap perut ikan, ia belajar bahwa pengampunan Allah lebih besar daripada rasa kecewa manusia. Peristiwa itu diyakini terjadi di hari Asyura, 10 Muharram.

Pada malam gelap tanpa bulan, jauh di dasar samudra, seekor paus membawa seorang manusia dalam perutnya. Bukan manusia biasa. Dia adalah Yunus bin Matta, seorang nabi yang sedang belajar tentang batas kesabaran dan keluasan ampunan. Di tengah tiga kegelapan—malam, laut, dan isi perut ikan—ia bersujud bukan di atas tanah, tapi dalam kehampaan, memanjatkan doa dari kedalaman nurani yang terluka.

Inilah peristiwa yang dipercaya terjadi pada 10 Muharram. Hari yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai Asyura. Di hari itu, bukan hanya darah tumpah di Karbala, tetapi juga ada doa yang menembus dasar laut dan membuka pintu langit.

Nabi Yunus, dalam Al-Qur’an, digambarkan sebagai "Shāhib al-Ḥūt"—sahabat ikan. Ia dikenal sebagai nabi yang pergi meninggalkan umatnya dalam keadaan marah. Ia kecewa, frustrasi karena dakwahnya tak diindahkan. Ia memutuskan untuk menyerah. Bukan hanya pada umatnya, tapi hampir saja pada hidupnya sendiri.

“Janganlah kamu seperti orang yang berada dalam perut ikan ketika ia berdosa dan sedang dalam keadaan marah,” begitu pesan Allah kepada Nabi Muhammad dalam Surah Al-Qalam ayat 48. Dalam tiga ayat itu (QS Al-Qalam: 48–50), Allah menyampaikan kisah dengan nada peringatan: jika bukan karena rahmat yang mendahuluinya, Yunus akan dilempar ke daratan dalam keadaan hina. Tapi Allah memilihnya dan menjadikannya dari kalangan orang-orang saleh.

Baca juga: Rahasia Doa Nabi Yunus: Kunci Terkabulnya Hajat Setelah Salat Tahajud

Doa dari Tiga Kegelapan

Dalam Surah As-Shaffat ayat 143-144, Allah menyatakan bahwa jika Yunus bukan termasuk orang-orang yang banyak mengingat-Nya, ia akan tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan. Tapi Yunus tidak lupa kepada Allah. Bahkan dalam kesempitan, ia justru lebih dekat.

Dari dalam perut paus, Yunus berseru:

“Lā ilāha illā anta, subḥānaka innī kuntu minaz-zālimīn”

(Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim).

Malaikat-malaikat yang menjaga lautan mendengar seruan itu. Mereka heran, karena suara itu datang dari tempat asing, dari seorang manusia yang biasanya mereka kenal dari ibadahnya di waktu lapang. “Itu suara Yunus, hamba-Mu yang saleh,” kata mereka. Allah menjawab, “Benar, dan Aku telah menahannya dalam perut ikan.”

Paus pun diperintah untuk memuntahkan Yunus ke daratan. Tubuhnya lemah. Kulitnya tipis seperti bayi yang baru lahir. Allah menumbuhkan pohon labu (yaqtīn) untuk menaungi tubuhnya, dan mengutus rusa-rusa betina untuk memberinya susu. Ia dirawat seperti seorang bayi oleh alam. Di situlah, Yunus lahir kembali. Tak hanya secara fisik, tapi juga spiritual.

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan bahwa Yunus dikeluarkan dalam keadaan telanjang, layaknya anak manusia baru yang siap menebus dunia. Dan di hari itulah, 10 Muharram, ia diselamatkan dari hukuman. Sebuah penanda bahwa harapan selalu datang setelah taubat.

Baca juga: Keistimewaan Doa Nabi Yunus AS: Merdeka dari Kesulitan dan Kegelapan

Gema Kisah yang Menyentuh Nabi Terakhir

Puluhan tahun kemudian, di kebun anggur milik dua orang Quraisy di Thaif, seorang pria yang tengah kelelahan karena diusir oleh penduduk kota, duduk menyantap buah anggur. Ia mengucap “Bismillah,” sebelum makan. Seorang budak Kristen bernama Addas memperhatikan. “Ini bukan kebiasaan orang-orang Makkah,” katanya.

Pria itu bertanya asal-usulnya. “Dari Niniwe,” jawab Addas. “Kota Yunus bin Matta,” kata Rasulullah. “Dia adalah saudaraku. Seorang nabi, sebagaimana aku seorang nabi.”

Mendengar itu, Addas mencium tangan dan kaki Muhammad. Dua orang Quraisy yang menyaksikan kejadian itu berkata, “Dia sudah mencemari budakmu.” Tapi Addas tahu, dia telah menyentuh kebenaran.

Di hari Asyura, umat Islam mengenang tragedi Karbala, tapi juga mengingat penyelamatan para nabi. Nabi Yunus yang pemarah berubah menjadi nabi yang diselamatkan karena doa dan taubat. Kisah ini bukan semata dongeng lautan, tapi pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan kuasa Allah yang tak pernah meninggalkan hamba-Nya—meski dalam perut ikan, di kedalaman samudra, di malam paling gelap sekalipun.

Baca juga: Rahasia Zikir Nabi Yunus: Ustadz Hanan Attaki Ungkap Kekuatan Doa yang Mengguncang Langit

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)