Bulan Suro Dinilai Petaka, Ini Kata Buya Yahya soal Muharram
mahmuda attar husseinSenin, 01 Agustus 2022 - 09:00 WIB
Pendakwah Buya Yahya saat berceramah. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah Buya Yahya membantah kepercayaan sebagian masyarakat yang menilai bulan Suro atau Muharram dalam kaleder hijriyah sebagai momen penuh petaka.
Anggapan bulan Suro penuh sial dan petaka dapat dilihat dari beberapa kebiasaan masyarakat yang enggan mengadakan sebuah hajat pada bulan ini. Salah satunya menghindari adanya kegiatan pernikahan.
"Justru kebalikannya, Muharram adalah salah satu bulan suci yang penuh rahmat. Ini bulan yang dimuliakan, bukan bulan petaka. Bahkan kalau ada yang mau nikahan massal di bulan Muharram silakan saja," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Senin (1/8/2022).
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menegaskan, menikah adalah suatu perbuatan baik untuk menjauhkan diri dari maksiat, sehingga melangsungkan pernikahan di bulan Suro adalah baik.
Anggapan hari ataupun bulan buruk, kata dia, merupakan tindakan suudzon kepada Allah. Semua bulan adalah bulan baik dan mulia untuk beribadah.
"Semua hari yang ditetapkan Allah adalah baik. Namun ada satu hari yang memang bisa dikatakan buruk. Ialah hari di mana Anda melakukan maksiat, itulah hari yang buruk. Wallahu a'lam bishawab," tambahnya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”