Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 21 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Bulan Suro Dinilai Petaka, Ini Kata Buya Yahya soal Muharram

mahmuda attar hussein Senin, 01 Agustus 2022 - 09:00 WIB
Bulan Suro Dinilai Petaka, Ini Kata Buya Yahya soal Muharram
Pendakwah Buya Yahya saat berceramah. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah Buya Yahya membantah kepercayaan sebagian masyarakat yang menilai bulan Suro atau Muharram dalam kaleder hijriyah sebagai momen penuh petaka.

Anggapan bulan Suro penuh sial dan petaka dapat dilihat dari beberapa kebiasaan masyarakat yang enggan mengadakan sebuah hajat pada bulan ini. Salah satunya menghindari adanya kegiatan pernikahan.

"Justru kebalikannya, Muharram adalah salah satu bulan suci yang penuh rahmat. Ini bulan yang dimuliakan, bukan bulan petaka. Bahkan kalau ada yang mau nikahan massal di bulan Muharram silakan saja," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Satu Amalan di Bulan Muharram yang Bisa Bawa Pengaruh Baik

Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini menegaskan, menikah adalah suatu perbuatan baik untuk menjauhkan diri dari maksiat, sehingga melangsungkan pernikahan di bulan Suro adalah baik.

Anggapan hari ataupun bulan buruk, kata dia, merupakan tindakan suudzon kepada Allah. Semua bulan adalah bulan baik dan mulia untuk beribadah.

"Semua hari yang ditetapkan Allah adalah baik. Namun ada satu hari yang memang bisa dikatakan buruk. Ialah hari di mana Anda melakukan maksiat, itulah hari yang buruk. Wallahu a'lam bishawab," tambahnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 21 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan