Luncurkan Defend Id, RI Incar Posisi 50 Besar Dunia di Industri Pertahanan
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 21 April 2022 - 10:34 WIB
Ilustrasi alat pertahanan rudal yang ditujukan ke udara dengan sistem panduan radar. Foto: Langit7.id/iStock
Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama Defence Industry Indonesia (Defend ID) yang baru saja diluncurkan di Surabaya, mengincar peringkat 50 besar dunia.Jokowi, sapaan akrabnya Presiden Joko Widodo, mengungkapkan sudah lama menunggu realisasi Holding BUMN Defend ID.
"Itu salah satu tujuannya. Saya tagih nanti janjinya," kata Presiden Joko Widodo saat hadir pada peluncuran Defend ID yang berlangsung di hanggar fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (20/4/2022).
Baca Juga:Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Menhan Bahas Industri Pertahanan
PT Len Industri berperan sebagai induk holding yang didukung empat perusahaan BUMN lainnya. Seperti, PT Pindad, Dirgantara Indonesia, PAL Indonesia dan PT Dahana.
Selanjutnya Defend ID diharapkan dapat membangun kemandirian industri pertahanan, yang bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan siap memasuki pasar luar negeri. "Sudah lama ini saya tunggu-tunggu. Saya kejar terus realisasinya agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi, ekosistemnya semakin kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan," ujarnya.
Bagi Presiden Jokowi, yang terpenting keberadaan Defend ID dapat menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan. "Selain itu harus mampu mendorong tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang sekarang di angka 41 persen. Diharapkan bisa terus naik hingga 100 persen," tuturnya.
"Itu salah satu tujuannya. Saya tagih nanti janjinya," kata Presiden Joko Widodo saat hadir pada peluncuran Defend ID yang berlangsung di hanggar fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia, Surabaya, Rabu (20/4/2022).
Baca Juga:Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Menhan Bahas Industri Pertahanan
PT Len Industri berperan sebagai induk holding yang didukung empat perusahaan BUMN lainnya. Seperti, PT Pindad, Dirgantara Indonesia, PAL Indonesia dan PT Dahana.
Selanjutnya Defend ID diharapkan dapat membangun kemandirian industri pertahanan, yang bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan siap memasuki pasar luar negeri. "Sudah lama ini saya tunggu-tunggu. Saya kejar terus realisasinya agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi, ekosistemnya semakin kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan," ujarnya.
Bagi Presiden Jokowi, yang terpenting keberadaan Defend ID dapat menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan. "Selain itu harus mampu mendorong tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang sekarang di angka 41 persen. Diharapkan bisa terus naik hingga 100 persen," tuturnya.