UGM Kembangkan Varietas Baru Kedelai Hitam
Priyo Setyawan
Senin, 16 Mei 2022 - 18:50 WIB
Tim FP UGM di lahan penelitian kedelai hitam Malika Padukuhan Gulon, Srihardono, Pundong, Bantul, DIY, Minggu (15/5/2022). (Foto dok Humas UGM)
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan varietas baru kedelai hitam Mallika.
Penelitian sudah dilakukan selama dua tahun di lahan pertanian Gulon, Srihardono, Pundong, Bantul. Dari penelitian ini diharapkan menghasilkan variasi turunan kedelai Mallika yang unggul.
Ketua tim kedelai Fakultas Pertanian UGM, Tri Harjoko mengatakan untuk kegiatan ini sudah dua kali melakukan pemurnian kedelai Mallika dengan memakai DNA, hasilnya didapatkan varian baru dengan potensi yang lebih.
Riset pemurnian dilakukan dengan mengambil satu biji dari setiap tanaman kedelai Mallika pada saat dipanen yang kemudian ditanam kembali.
Baca juga:Modal Usaha Warkop, Bisnis Kecil-kecilan yang Menjanjikan
Setelah tiga kali panen dan tiga kali tanam mendapatkan potensi produksi yang cukup menggembirakan dibandingkan dengan kedelai Mallika.
Umumnya kedelai Mallika dapat 200-300 polong per tanaman. Namun dari riset kita dapat 600 hingga 1.200 polong untuk satu tanaman. Artinya satu biji bisa menghasilkan 1.200 polong atau 2000 biji saat panen.
Penelitian sudah dilakukan selama dua tahun di lahan pertanian Gulon, Srihardono, Pundong, Bantul. Dari penelitian ini diharapkan menghasilkan variasi turunan kedelai Mallika yang unggul.
Ketua tim kedelai Fakultas Pertanian UGM, Tri Harjoko mengatakan untuk kegiatan ini sudah dua kali melakukan pemurnian kedelai Mallika dengan memakai DNA, hasilnya didapatkan varian baru dengan potensi yang lebih.
Riset pemurnian dilakukan dengan mengambil satu biji dari setiap tanaman kedelai Mallika pada saat dipanen yang kemudian ditanam kembali.
Baca juga:Modal Usaha Warkop, Bisnis Kecil-kecilan yang Menjanjikan
Setelah tiga kali panen dan tiga kali tanam mendapatkan potensi produksi yang cukup menggembirakan dibandingkan dengan kedelai Mallika.
Umumnya kedelai Mallika dapat 200-300 polong per tanaman. Namun dari riset kita dapat 600 hingga 1.200 polong untuk satu tanaman. Artinya satu biji bisa menghasilkan 1.200 polong atau 2000 biji saat panen.