Piala AFF U-16
Disiplin Ibadah hingga Foto Orangtua jadi Sumber Kekuatan Timnas U-16
Fajar adhitya
Ahad, 07 Agustus 2022 - 20:35 WIB
Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti (foto: PSSI)
Tim U-16 Indonesia keluar sebagai juara Grup A turnamen Piala AFF U-16. Indonesia mengalahkan Vietnam dengan hasil skor 2-1.
Penampilan Timnas U-16yang memukau tak lepas dari sentuhan Bima Sakti Tukiman dalam me-treatment anak-anak asuhnya. Bima mengatakan, timnya harus tetap fokus menatap pertandingan dan tak tenggelam dalam euforia kemenangan atas Filipina dan Singapura sebelumnya.
“Kami sebagai tim pelatih dan ofisial sudah mengedukasi mereka, memberi ilmu kepada mereka, memosisikan diri kami sebagai orang tua, kakak, atau teman bagi mereka. Bukan hanya ilmu bola saja, tapi di luar lapangan itu sangat penting agar mereka bisa belajar,” jelas Bima.
Baca juga:Hajar Vietnam 2-1, Timnas Indonesia U-16 Lolos ke Semifinal
Selain pandangan yang bersifat teknis, Bima juga memperlakukan anak-anak asuhnya dengan disiplin. Mulai dari memperketat penggunaan ponsel para pemain hingga dalam urusan ibadah.
“Selain itu juga menjaga disiplin mereka dengan ibadah bersama-sama. Kemudian untuk yang nonmuslim, setiap hari minggu kami memberi kesempatan ke gereja, kami siapkan kendaraan,” katanya.
Bima memandang, disiplin ibadah adalah kunci kemenangan dan menjadikannya tradisi bagi para pemain. Menurutnya, agama mendorong pemeluknya untuk terus berjuang dan tak cepat berpuas diri.
Penampilan Timnas U-16yang memukau tak lepas dari sentuhan Bima Sakti Tukiman dalam me-treatment anak-anak asuhnya. Bima mengatakan, timnya harus tetap fokus menatap pertandingan dan tak tenggelam dalam euforia kemenangan atas Filipina dan Singapura sebelumnya.
“Kami sebagai tim pelatih dan ofisial sudah mengedukasi mereka, memberi ilmu kepada mereka, memosisikan diri kami sebagai orang tua, kakak, atau teman bagi mereka. Bukan hanya ilmu bola saja, tapi di luar lapangan itu sangat penting agar mereka bisa belajar,” jelas Bima.
Baca juga:Hajar Vietnam 2-1, Timnas Indonesia U-16 Lolos ke Semifinal
Selain pandangan yang bersifat teknis, Bima juga memperlakukan anak-anak asuhnya dengan disiplin. Mulai dari memperketat penggunaan ponsel para pemain hingga dalam urusan ibadah.
“Selain itu juga menjaga disiplin mereka dengan ibadah bersama-sama. Kemudian untuk yang nonmuslim, setiap hari minggu kami memberi kesempatan ke gereja, kami siapkan kendaraan,” katanya.
Bima memandang, disiplin ibadah adalah kunci kemenangan dan menjadikannya tradisi bagi para pemain. Menurutnya, agama mendorong pemeluknya untuk terus berjuang dan tak cepat berpuas diri.