Komunitas Kreatif Tunanetra Mandiri Sinergi dengan OK OCE
Andi Muhammad
Ahad, 02 Oktober 2022 - 11:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
OK OCE bersinergi dengan Komunitas Kreatif Tunanetra Mandiri menggelar pelatihan kewirausahaan dengan tema "Manajemen Usaha dan Bagaimana Cara Mendapatkan Akses Permodalan Agar Usaha Berkembang”. Hal ini tak lain guna membantu komunitas tersebut dalam mengelola wirausaha agar mampu bersaing di pasaran.
Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE, mengatakan, dalam berwirausaha harus memiliki pengelolaan manajemen yang baik. OK OCE pun hadir dengan memiliki kurikulum 7 TOP (7 Tahapan OK OCE Menuju Prima) untuk usaha berkembang.
“Dimulai dari pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan hingga akses permodalan adalah tahapan yang dilalui oleh pelaku usaha. Mengapa akses permodalan justru ada di tahap akhir? karena perlu kesiapan sebuah usaha untuk dilirik oleh investor," kata Iim dalam keterangan tertulis, Ahad (2/10/2022).
Tak luput, Iim pun sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut yang merupakan inisiasi dari Komunitas Kreatif Tunanetra Mandiri sebagai upaya mengembangkan usaha mereka.
Baca Juga:OK OCE Luncurkan Program Sembako Murah Berbasis Masjid
Usaha yang digeluti oleh komunitas tersebut pun variatif. Mulai dari usaha mikro kecil menengah (UMK) hingga penyediaan jasa. Mereka ingin usaha yang dijalankan agar berkembang dengan mendapatkan akses permodalan. Namun mereka menemukan sejumlah kendala dan ketidaktahuan bagaimana mendapatkan akses tersebut.
Pada kesempatan sama, Ketua Komunitas Kreatif Tunanetra Mandiri, Muhamad Ramdhani, mengucapkan banyak terima kasih karena telah didukung dengan adanya kegiatan ini.
Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE, mengatakan, dalam berwirausaha harus memiliki pengelolaan manajemen yang baik. OK OCE pun hadir dengan memiliki kurikulum 7 TOP (7 Tahapan OK OCE Menuju Prima) untuk usaha berkembang.
“Dimulai dari pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan hingga akses permodalan adalah tahapan yang dilalui oleh pelaku usaha. Mengapa akses permodalan justru ada di tahap akhir? karena perlu kesiapan sebuah usaha untuk dilirik oleh investor," kata Iim dalam keterangan tertulis, Ahad (2/10/2022).
Tak luput, Iim pun sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut yang merupakan inisiasi dari Komunitas Kreatif Tunanetra Mandiri sebagai upaya mengembangkan usaha mereka.
Baca Juga:OK OCE Luncurkan Program Sembako Murah Berbasis Masjid
Usaha yang digeluti oleh komunitas tersebut pun variatif. Mulai dari usaha mikro kecil menengah (UMK) hingga penyediaan jasa. Mereka ingin usaha yang dijalankan agar berkembang dengan mendapatkan akses permodalan. Namun mereka menemukan sejumlah kendala dan ketidaktahuan bagaimana mendapatkan akses tersebut.
Pada kesempatan sama, Ketua Komunitas Kreatif Tunanetra Mandiri, Muhamad Ramdhani, mengucapkan banyak terima kasih karena telah didukung dengan adanya kegiatan ini.