Bacaan Dzikir Pagi Sayyidul Istigfhar, Latin dan Artinya
Mahmuda attar hussein
Rabu, 02 November 2022 - 06:00 WIB
Bacaan dzikir pagi sayyidul istigfhar. (Foto: Istimewa).
Sayyidul istigfhar menjadi salah satu bacaan dzikir pagi yang bisa diamalkan umat Islam. Doa ini mengandung makna permohonan hamba atas ampunan Allah SWT.
Dalam sebuah hadist shahih disebutkan bahwa seorang hamba yang membaca doa sayyidul istighfar di pagi hari, lalu mati sebelum petang, akan tercatat sebagai penghuni surga.
Hal ini pun berlaku bagi mereka yang membaca doa sayyidul istighfar di sore hari, lalu mati sebelum pagi, Allah SWT menjanjikan tempat terbaik untuknya. Namun doa ini harus dibaca dengan penuh keyakinan, serta berharap ampunan Rabb-nya.
Baca Juga:Amalan Dzikir Luar Biasa, Dibaca saat Terbangun Tengah Malam
Berikut bacaan dzikir pagi sayyidul istigfhar:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Dalam sebuah hadist shahih disebutkan bahwa seorang hamba yang membaca doa sayyidul istighfar di pagi hari, lalu mati sebelum petang, akan tercatat sebagai penghuni surga.
Hal ini pun berlaku bagi mereka yang membaca doa sayyidul istighfar di sore hari, lalu mati sebelum pagi, Allah SWT menjanjikan tempat terbaik untuknya. Namun doa ini harus dibaca dengan penuh keyakinan, serta berharap ampunan Rabb-nya.
Baca Juga:Amalan Dzikir Luar Biasa, Dibaca saat Terbangun Tengah Malam
Berikut bacaan dzikir pagi sayyidul istigfhar:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.