Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Reruntuhan Gempa di Cianjur
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 22 November 2022 - 19:03 WIB
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban tertimpa reruntuhan pascagempa di Cianjur. (Foto: dok. Langit7)
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban gempa di Kampung Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Korban diketahui tertimpa reruntuhan puing-puing pascagempa pada Senin (21/11).
Menurut salah satu warga, Yadi, mengatakan bahwa Tim SAR gabungan terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung, kepolisian dan relawan Balukar.
"Korban pengemudi ojek online (ojol). Petugas gabungan masih upayakan penanganan cepat dan diharapkan korban masih dalam kondisi hidup," kata Yadi kepada Langit7.id, Selasa (22/11/2022).
Baca Juga:FOZ Sediakan Layanan Ambulans Gratis untuk Korban Gempa Cianjur
Yadi menuturkan bahwa Tim SAR gabungan bergerak menyisir beberapa kelurahan di Kecamatan Warungkondang. Adapun utamanya Tim SAR memastikan penanganan terhadap korban tertimpa reruntuhan.
Di sisi lain, Yadi mengatakan masyarakat di Kecamatan Warungkondang telah diungsikan ke tenda pengungsian di Desa Cieundeur. Namun, bantuan yang datang belum maksimal.
"Masih kekurangan pasokan tenda untuk berteduh. Persediaan makanan dan lainnya juga belum merata," ujar Yadi.
Menurut salah satu warga, Yadi, mengatakan bahwa Tim SAR gabungan terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung, kepolisian dan relawan Balukar.
"Korban pengemudi ojek online (ojol). Petugas gabungan masih upayakan penanganan cepat dan diharapkan korban masih dalam kondisi hidup," kata Yadi kepada Langit7.id, Selasa (22/11/2022).
Baca Juga:FOZ Sediakan Layanan Ambulans Gratis untuk Korban Gempa Cianjur
Yadi menuturkan bahwa Tim SAR gabungan bergerak menyisir beberapa kelurahan di Kecamatan Warungkondang. Adapun utamanya Tim SAR memastikan penanganan terhadap korban tertimpa reruntuhan.
Di sisi lain, Yadi mengatakan masyarakat di Kecamatan Warungkondang telah diungsikan ke tenda pengungsian di Desa Cieundeur. Namun, bantuan yang datang belum maksimal.
"Masih kekurangan pasokan tenda untuk berteduh. Persediaan makanan dan lainnya juga belum merata," ujar Yadi.