Menparekraf Harap Santri Digitalpreneur Pahami Branding dalam Pemasaran Produk Ekraf
Tim langit 7
Sabtu, 20 Mei 2023 - 06:37 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno di acara Gerakan Usaha Kreatif-Santripreneur Go Digital di Pondok Pesantren Roudlotut Thullab, Magelang
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap santri sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif (ekraf) memahami pentingnya branding. Karena branding menjadi salah satu kekuatan produk agar dapat dikenal sehingga menarik minat masyarakat luas.
Harapan ini dilontarkan Sandiaga di acara "Gerakan Usaha Kreatif-Santripreneur Go Digital" di Pondok Pesantren Roudlotut Thullab, Magelang. "Tanpa kita harus menyebut nama, dari tagline-nya saja kita sudah tahu akan brand tersebut," kata Sandiaga, Jumat (19/5/2023).
Pemahaman akan hal seperti inilah yang diinginkan Menparekraf agar sepenuhnya dikuasai oleh para santri sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif tanah air. Terlebih Pondok Pesantren Roudlotut Thullab memiliki ragam produk ekonomi kreatif unggulan, misalnya Kopi Papupa yang dalam produksi dan pemasarannya turut melibatkan para santri.
Melalui pelatihan yang menjadi bagian dari program Santri Digitalpreneur ini para santri diharapkan terus tumbuh sebagai penggerak usaha kreatif.
"Acara ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill, Kemenparekraf serius untuk dapat memberi nilai tambah terhadap ekonomi kreatif terutama melalui para santri. Kami ingin menciptakan produk-produk kebanggaan dari para santri," kata Sandiaga.
Baca juga:Kejagung Diharap Telusuri Aliran Dana Korupsi Menkominfo Johnny G Plate
Para santri merupakan bagian dari tulang punggung dalam pencapaian Indonesia Emas 2045. Para santri dengan kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni di era digital, potensial menjadi generasi produktif. "Saya berharap santri akan menjadi yang terdepan, menjadi lokomotif karena tugas kita adalah menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024," kata Sandiaga.
Harapan ini dilontarkan Sandiaga di acara "Gerakan Usaha Kreatif-Santripreneur Go Digital" di Pondok Pesantren Roudlotut Thullab, Magelang. "Tanpa kita harus menyebut nama, dari tagline-nya saja kita sudah tahu akan brand tersebut," kata Sandiaga, Jumat (19/5/2023).
Pemahaman akan hal seperti inilah yang diinginkan Menparekraf agar sepenuhnya dikuasai oleh para santri sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif tanah air. Terlebih Pondok Pesantren Roudlotut Thullab memiliki ragam produk ekonomi kreatif unggulan, misalnya Kopi Papupa yang dalam produksi dan pemasarannya turut melibatkan para santri.
Melalui pelatihan yang menjadi bagian dari program Santri Digitalpreneur ini para santri diharapkan terus tumbuh sebagai penggerak usaha kreatif.
"Acara ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill, Kemenparekraf serius untuk dapat memberi nilai tambah terhadap ekonomi kreatif terutama melalui para santri. Kami ingin menciptakan produk-produk kebanggaan dari para santri," kata Sandiaga.
Baca juga:Kejagung Diharap Telusuri Aliran Dana Korupsi Menkominfo Johnny G Plate
Para santri merupakan bagian dari tulang punggung dalam pencapaian Indonesia Emas 2045. Para santri dengan kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni di era digital, potensial menjadi generasi produktif. "Saya berharap santri akan menjadi yang terdepan, menjadi lokomotif karena tugas kita adalah menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024," kata Sandiaga.