Gempa M5,2 Getarkan Meulaboh Aceh, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
Tim langit 7
Senin, 10 Juli 2023 - 09:13 WIB
Gempa bumi M5,2 menggetarkan Meulaboh Aceh.Foto/ilustrasi
Gempa bumi magnitudo 5,2 mengguncang Meulaboh, Aceh, Senin (10/7/2023) pukul 08.18 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa akibat aktivitas subduksi lempeng.
BMKG mengatakan dari hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,84° LU ; 95,85° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 45 Km arah Barat Daya Kota Meulaboh, Aceh pada kedalaman 57 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Daryono dalam keterangan resminya.
Dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).
Daryono mengatakan Gempabumi ini dirasakan di Kota Banda Aceh dan Aceh Tengah dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.
Dia mengatakan hingga pukul 08.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.”
BMKG mengatakan dari hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,84° LU ; 95,85° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 45 Km arah Barat Daya Kota Meulaboh, Aceh pada kedalaman 57 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Daryono dalam keterangan resminya.
Dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).
Daryono mengatakan Gempabumi ini dirasakan di Kota Banda Aceh dan Aceh Tengah dengan skala intensitas II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.
Dia mengatakan hingga pukul 08.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.”