Yatim-Piatu di Jateng Tembus 9.807 Anak, Gus Yasin : Butuh Pertolongan Jangka Panjang
Arif purniawan
Senin, 30 Agustus 2021 - 20:47 WIB
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (foto: humas pemprov jateng)
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah mencatat, ada 9.807 anak-anak yang saat ini menjadi yatim, piatu dan yatim piatu, karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19.
Rinciannya adalah 5.772 adalah anak yatim, atau kehilangan ayahnya; 3.608 kehilangan ibunya (piatu) dan yang kehilangan bapak ibu, atau yatim piatu sebanyak 427 anak.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengatakan, program jangka pendek untuk membantu anak yatim bisa dilakukan dengan cara memberikan bansos, kepada anak-anak yang saat ini kehilangan orang tuanya, baik itu ibu maupun bapaknya. Tapi, ini harus disertai dengan program jangka panjang.
“Yang kedua (jangka panjang) dari pemerintah pusat atau provinsi atau kabupaten kota, sudah, saat ini dianjurkan untuk mengangkat/mengadopsi anak atau mengasuh anak-anak yang tedampak atas wabah Covid-19,” ujarnya, Senin (30/8).
Baca juga:Jaringan Muda NU Magelang Gelar Vaksinasi Covid di Klinik Polres
Akan tetapi, diakui oleh putra alm KH Maimoen Zuber ini, kemampuan yang dimiliki pemerintah juga sangat terbatas. Atas dasar itu ia mengajak, semua elemen masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk membantu mereka.
“Kami juga ingin mengajak pelaku usaha. Yok, bareng-bareng kita tangani, toh mereka ada di sekeliling kita,” ucapnya.
Rinciannya adalah 5.772 adalah anak yatim, atau kehilangan ayahnya; 3.608 kehilangan ibunya (piatu) dan yang kehilangan bapak ibu, atau yatim piatu sebanyak 427 anak.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengatakan, program jangka pendek untuk membantu anak yatim bisa dilakukan dengan cara memberikan bansos, kepada anak-anak yang saat ini kehilangan orang tuanya, baik itu ibu maupun bapaknya. Tapi, ini harus disertai dengan program jangka panjang.
“Yang kedua (jangka panjang) dari pemerintah pusat atau provinsi atau kabupaten kota, sudah, saat ini dianjurkan untuk mengangkat/mengadopsi anak atau mengasuh anak-anak yang tedampak atas wabah Covid-19,” ujarnya, Senin (30/8).
Baca juga:Jaringan Muda NU Magelang Gelar Vaksinasi Covid di Klinik Polres
Akan tetapi, diakui oleh putra alm KH Maimoen Zuber ini, kemampuan yang dimiliki pemerintah juga sangat terbatas. Atas dasar itu ia mengajak, semua elemen masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk membantu mereka.
“Kami juga ingin mengajak pelaku usaha. Yok, bareng-bareng kita tangani, toh mereka ada di sekeliling kita,” ucapnya.