home global news

Tentara Putih: Relawan yang Memerangi Dampak Agresi Penjajah Israel di Gaza

Selasa, 07 November 2023 - 17:30 WIB
Dokter dan perawat di Jalur Gaza bekerja siang malam. Mereka terus berjibaku merawat korban pemboman penjajah Israel.
Dokter dan perawat di Jalur Gaza bekerja siang malam. Mereka terus berjibaku merawat korban pemboman penjajah Israel. Hal itu yang mendorong Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Dr. Mounir Al-Barsh, menggambarkan para sukarelawan dokter, perawat, dan paramedis sebagai “gerilyawan yang heroik.”

Ismail Ziad Momar (28 tahun), seorang dokter muda yang baru saja lulus. Pada satu momen, dia harus berhadapan seorang anak yang syok berat setelah kehilangan seluruh keluarganya di bawah reruntuhan. Peristiwa itu terjadi di selatan Rafah, Jalur Gaza.

Saat menolong bocah tersebut, Omar hanya tergagap memberikan jawaban. Dari bawah reruntuhan, bocah itu bertanya, "Di mana Mama? Di mana Ayah?" Sementara, debu dan puing-puing menutupi tubuh bocah itu, setelah secara ajaib bisa hidup dari bawah reruntuhan yang mengubur semua keluarganya.

Menurut Omar, itu merupakah satu dari banyak peristiwa menyakitkan dan berulang dan akan terus melekat dalam ingatannya. Apalagi, bocah tersebut merupakan langkah praktis pertamanya setelah lulus.

Adegan yang Menyakitkan

Dokter Omar adalah salah satu dokter yang menanggapi seruan Kementerian Kesehatan Palestina untuk menjadi sukarelawan di rumah sakit.

“Air terjun darah yang mengalir di Gaza, dan pemandangan para korban, anak-anak dan perempuan, mengharuskan kita masing-masing memberikan bantuan apa pun yang kita bisa untuk menghadapi agresi ini, dan saya tidak ragu sejenak untuk melakukannya. sukarela memberikan pelayanan medis kepada para korban di Rumah Sakit Abu Youssef Al-Najjar, satu-satunya di kota Rafah,” kata Omar kepada Al Jazeera, dikutip Senin (6/11).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
palestina relawan jalur gaza
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya