Sejumlah Perusahaan GCC Bergegas Masuk ke Arab Saudi
Tim langit 7
Senin, 05 Februari 2024 - 11:00 WIB
Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam GCC (Gulf Coopertation Council) atau Dewan Kerja Sama untuk Negara Arab di Kawasan Teluk tengah melakukan ekspansi di Arab Saudi
Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam GCC (Gulf Coopertation Council) atau Dewan Kerja Sama untuk Negara Arab di Kawasan Teluk tengah melakukan ekspansi di Arab Saudi untuk memanfaatkan peluang besar dari investasi asing senilai US$3 triliun yang masuk ke Arab Saudi sebagai bagian dari Visi Saudi 2030, baik dengan menyiapkan izin usaha baru atau membuka cabang.
Dilansir dari khaleejtimes, Otoritas Umum Usaha Kecil dan Menengah (Monsha’at) menyatakan bahwa otoritas Pemerintah Saudi telah mengeluarkan 88.858 izin usaha baru pada kuartal pertama tahun 2023, dengan tambahan lebih dari 40.000 izin usaha baru pada periode sama. Oleh karena itu, pada kuartal ketiga tahun 2023, ada lebih dari 1,27 juta usaha kecil dan menengah (UKM).
Menurut laporan terbaru dari Departemen Luar Negeri AS, aksi yang dilakukan itu seiring dengan pemerintah Saudi yang tengah berusaha menarik investasi asing senilai US$3 triliun untuk meningkatkan ekonomi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi orang Saudi, dan meningkatkan ekspor bukan minyak.
Sebelumnya, pemerintah Saudi juga mengumumkan program baru Shareek. Progam ini bertujuan untuk menarik investasi US$3,2 triliun dari sektor swasta, pemerintah, dan dana investasi publik ke dalam pembangunan ekonomi Arab Saudi.
Baca juga:Kisah Sukses Ma Jianrong, Bos Tekstil Berharta Rp107 Triliun
Untuk diketahui, dalam membantu Arab Saudi mencapai tujuan Visi 2030, pemerintah telah mengumumkan trategi Investasi Nasional pada bulan Oktober 2021. Strategi ini mencakup investasi dalam bidang seperti manufaktur, energi terbarukan, transportasi dan logistik, pariwisata, infrastruktur digital, dan layanan kesehatan.
“Strategi ini bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian Saudi dengan meningkatkan kontribusi sektor swasta menjadi 65 persen dari total PDB dan meningkatkan investasi asing langsung menjadi 5,7 persen dari total PDB. Strategi Investasi Nasional bertujuan untuk meningkatkan aliran investasi asing langsung bersih menjadi $103 miliar per tahun dan meningkatkan investasi dalam negeri menjadi sekitar $450 miliar per tahun pada tahun 2030,” tulis laporan tersebut.
Dilansir dari khaleejtimes, Otoritas Umum Usaha Kecil dan Menengah (Monsha’at) menyatakan bahwa otoritas Pemerintah Saudi telah mengeluarkan 88.858 izin usaha baru pada kuartal pertama tahun 2023, dengan tambahan lebih dari 40.000 izin usaha baru pada periode sama. Oleh karena itu, pada kuartal ketiga tahun 2023, ada lebih dari 1,27 juta usaha kecil dan menengah (UKM).
Menurut laporan terbaru dari Departemen Luar Negeri AS, aksi yang dilakukan itu seiring dengan pemerintah Saudi yang tengah berusaha menarik investasi asing senilai US$3 triliun untuk meningkatkan ekonomi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi orang Saudi, dan meningkatkan ekspor bukan minyak.
Sebelumnya, pemerintah Saudi juga mengumumkan program baru Shareek. Progam ini bertujuan untuk menarik investasi US$3,2 triliun dari sektor swasta, pemerintah, dan dana investasi publik ke dalam pembangunan ekonomi Arab Saudi.
Baca juga:Kisah Sukses Ma Jianrong, Bos Tekstil Berharta Rp107 Triliun
Untuk diketahui, dalam membantu Arab Saudi mencapai tujuan Visi 2030, pemerintah telah mengumumkan trategi Investasi Nasional pada bulan Oktober 2021. Strategi ini mencakup investasi dalam bidang seperti manufaktur, energi terbarukan, transportasi dan logistik, pariwisata, infrastruktur digital, dan layanan kesehatan.
“Strategi ini bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian Saudi dengan meningkatkan kontribusi sektor swasta menjadi 65 persen dari total PDB dan meningkatkan investasi asing langsung menjadi 5,7 persen dari total PDB. Strategi Investasi Nasional bertujuan untuk meningkatkan aliran investasi asing langsung bersih menjadi $103 miliar per tahun dan meningkatkan investasi dalam negeri menjadi sekitar $450 miliar per tahun pada tahun 2030,” tulis laporan tersebut.