home global news

71 Orang Meninggal, Menkes: Jam Kerja Petugas Pemilu seperti Kopassus

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:00 WIB
Salah satu kegiatan yang dilakukan petugas pemilu yaitu melakukan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecematan.Foto/Langit7.id
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti jam kerja para petugas Pemilu 2024 yang berlebihan alias over time. Budi mengibaratkan petugas pemilu bekerja layaknya tentara satuan khusus.

"Mereka kerja di atas 10 jam, bahkan 16 jam seperti Kopassus (Komando Pasukan Khusus TNI AD), khusus dan berat," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers usai rapat evaluasi kesehatan petugas Pemilu di Gedung Kemenkes Jakarta, dikutip Rabu (21/2/2024).

Budi mengusulkan proses skrining kesehatan dilakukan sebelum warga menjadi petugas penyelenggara pemilihan umum (pemilu). Usulan tersebut muncul karena terdapat 71 petugas penyelenggara Pemilu 2024 meninggal dunia.

"Kami ingin mengusulkan agar bisa duduk bersama-sama Pak Tito, Kepala KPU, ini mungkin difasilitasi sama Pak Moeldoko agar kalau bisa itu menjadi syarat. Jadi screening kesehatan itu menjadi syarat untuk mereka menjadi petugas," tambah Budi dilansir dari NU Online.

Baca juga:Abdul Muti Beri Catatan Penyelenggaraan Pemilu 2024

Menurutnya, screening kesehatan petugas pemilu ini sangat penting untuk mengetahui kondisi fisik mereka. Sehingga, pemerintah, KPU, dan Bawaslu bisa menentukan kelayakan dari calon petugas.

Mengingat di lapangan masih banyak petugas yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Sehingga ketika mereka kelelahan dalam bekerja, bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
petugas pemilu 2024 kopassus jam kerja
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya