Pertama di Indonesia, PLN Operasikan Stasiun Pengisian Hidrogen untuk Kendaraan
Tim langit 7
Kamis, 22 Februari 2024 - 08:00 WIB
PT PLN (Persero) meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) atau stasiun pengisian kendaraan hidrogen pertama di Indonesia, Rabu (21/2).
PT PLN (Persero) meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) atau stasiun pengisian kendaraan hidrogen pertama di Indonesia, Rabu (21/2/2024).
Hadirnya HRS di Senayan, Jakarta ini merupakan upaya dan inovasi lanjutan PLN dalam pembangunan ekosistem hidrogen secara end to end di Indonesia, setelah pada November 2023 meresmikan 21 Green Hydrogen Plant (GHP).
Plt Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu menjelaskan adanya HRS ini merupakan bukti komitmen Indonesia dalam transisi energi. Penggunaan hidrogen sebagai energi alternatif sektor transportasi ini mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Seperti diketahui, sektor transportasi berkontribusi 44 persen dari total emisi karbon di Indonesia. "Hidrogen berperan strategis dalam transisi energi. Khususnya dalam sektor transportasi, kendaraan berbasis hidrogen tak memiliki emisi. Pengembangan hidrogen menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperluas akses terhadap teknologi yang mudah dijangkau dan bersih," kata Jisman.
Baca juga:PLN Sambung Listrik Gratis 1.854 Warga Tak Mampu Melalui Program BPBL
Jisman mengapresiasi PLN dalam peresmian HRS pertama di Indonesia ini. Kata dia, HRS ini merupakan karya nyata dalam mendukung transisi energi di Indonesia. "PLN mampu menunjukkan karya nyata dan bukti konkret untuk memproduksi energi hidrogen," tegas Jisman.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan perkembangan teknologi transportasi hijau berkembang sangat cepat, mulai dari kendaraan listrik hingga kini kendaraan hidrogen. PLN terus melakukan inovasi untuk memfasilitasi setiap perkembangan teknologi.
Hadirnya HRS di Senayan, Jakarta ini merupakan upaya dan inovasi lanjutan PLN dalam pembangunan ekosistem hidrogen secara end to end di Indonesia, setelah pada November 2023 meresmikan 21 Green Hydrogen Plant (GHP).
Plt Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu menjelaskan adanya HRS ini merupakan bukti komitmen Indonesia dalam transisi energi. Penggunaan hidrogen sebagai energi alternatif sektor transportasi ini mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan.
Seperti diketahui, sektor transportasi berkontribusi 44 persen dari total emisi karbon di Indonesia. "Hidrogen berperan strategis dalam transisi energi. Khususnya dalam sektor transportasi, kendaraan berbasis hidrogen tak memiliki emisi. Pengembangan hidrogen menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperluas akses terhadap teknologi yang mudah dijangkau dan bersih," kata Jisman.
Baca juga:PLN Sambung Listrik Gratis 1.854 Warga Tak Mampu Melalui Program BPBL
Jisman mengapresiasi PLN dalam peresmian HRS pertama di Indonesia ini. Kata dia, HRS ini merupakan karya nyata dalam mendukung transisi energi di Indonesia. "PLN mampu menunjukkan karya nyata dan bukti konkret untuk memproduksi energi hidrogen," tegas Jisman.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan perkembangan teknologi transportasi hijau berkembang sangat cepat, mulai dari kendaraan listrik hingga kini kendaraan hidrogen. PLN terus melakukan inovasi untuk memfasilitasi setiap perkembangan teknologi.