Menkes Arab: Jamaah Haji Meninggal 1301, Tetapi 83 Persen Jamaah Haji Illegal
Tim langit 7
Senin, 24 Juni 2024 - 12:47 WIB
Faden bin Abdurrahman Al-Jalajel
LANGIT7.ID-Riyadh; Menteri Kesehatan Saudi Fahd Al-Jalajel mengumumkan keberhasilan pelaksanaan upaya manajemen kesehatan selama haji 2024.
“Pencapaian ini dimungkinkan melalui upaya terkoordinasi dari sistem kesehatan dan pasukan keamanan haji, tanpa tercatat adanya wabah epidemi atau penyakit yang meluas,” katanya dalam sebuah wawancara. “Sistem kesehatan menyediakan lebih dari 465.000 layanan perawatan khusus, termasuk 141.000 layanan bagi mereka yang tidak mendapatkan izin resmi untuk menunaikan ibadah haji.”
Al-Jalajel memberikan kepastian tentang kondisi kesehatan para jamaah secara keseluruhan, meskipun suhu tinggi yang dialami di tempat-tempat suci.
Dia menyoroti dampak positif dari respons cepat otoritas kesehatan, dan dukungan efektif dari pasukan keamanan haji dalam mengelola dan mengurangi dampak tekanan panas.
Sistem kesehatan menangani banyak kasus tekanan panas tahun ini, dan beberapa orang masih dalam perawatan. Sayangnya, jumlah kematian mencapai 1.301, dengan 83 persen diantaranya tidak sah untuk menunaikan ibadah haji dan berjalan jauh di bawah sinar matahari langsung, tanpa tempat berlindung atau kenyamanan yang memadai. Di antara korban meninggal terdapat beberapa orang lanjut usia dan orang yang sakit kronis.
Menteri Kesehatan menggarisbawahi upaya signifikan yang dilakukan oleh otoritas yang berwenang untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya tekanan panas dan pentingnya tindakan pencegahan.
Dia menyampaikan belasungkawanya dengan mengatakan: “Semoga Tuhan mengampuni dan mengasihani almarhum. Belasungkawa tulus kami sampaikan kepada keluarga mereka. Semoga Allah menerima amal mereka dan memberikan balasan atas penderitaan mereka. Semua laporan telah dikumpulkan, keluarga almarhum diberitahu, dan identifikasi telah selesai, meskipun pada awalnya tidak ada informasi pribadi atau dokumen identifikasi. Proses yang tepat diikuti untuk identifikasi, penguburan, dan penghormatan terhadap almarhum, dengan sertifikat kematian diberikan.”
“Pencapaian ini dimungkinkan melalui upaya terkoordinasi dari sistem kesehatan dan pasukan keamanan haji, tanpa tercatat adanya wabah epidemi atau penyakit yang meluas,” katanya dalam sebuah wawancara. “Sistem kesehatan menyediakan lebih dari 465.000 layanan perawatan khusus, termasuk 141.000 layanan bagi mereka yang tidak mendapatkan izin resmi untuk menunaikan ibadah haji.”
Al-Jalajel memberikan kepastian tentang kondisi kesehatan para jamaah secara keseluruhan, meskipun suhu tinggi yang dialami di tempat-tempat suci.
Dia menyoroti dampak positif dari respons cepat otoritas kesehatan, dan dukungan efektif dari pasukan keamanan haji dalam mengelola dan mengurangi dampak tekanan panas.
Sistem kesehatan menangani banyak kasus tekanan panas tahun ini, dan beberapa orang masih dalam perawatan. Sayangnya, jumlah kematian mencapai 1.301, dengan 83 persen diantaranya tidak sah untuk menunaikan ibadah haji dan berjalan jauh di bawah sinar matahari langsung, tanpa tempat berlindung atau kenyamanan yang memadai. Di antara korban meninggal terdapat beberapa orang lanjut usia dan orang yang sakit kronis.
Menteri Kesehatan menggarisbawahi upaya signifikan yang dilakukan oleh otoritas yang berwenang untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya tekanan panas dan pentingnya tindakan pencegahan.
Dia menyampaikan belasungkawanya dengan mengatakan: “Semoga Tuhan mengampuni dan mengasihani almarhum. Belasungkawa tulus kami sampaikan kepada keluarga mereka. Semoga Allah menerima amal mereka dan memberikan balasan atas penderitaan mereka. Semua laporan telah dikumpulkan, keluarga almarhum diberitahu, dan identifikasi telah selesai, meskipun pada awalnya tidak ada informasi pribadi atau dokumen identifikasi. Proses yang tepat diikuti untuk identifikasi, penguburan, dan penghormatan terhadap almarhum, dengan sertifikat kematian diberikan.”