Tadabur Keindahan Ayat-Ayat Al-Quran Lebih Baik dari Sekedar Khatam
Lusi mahgriefie
Jum'at, 05 Juli 2024 - 07:00 WIB
ilustrasi
Banyak orang khatam Al-Quran tapi jarang yang khatam terjemahannya. Meski tak harus hapal akan terjemahannya, tapi justru ketika memahami arti isi ayat-ayat Quran itulah kita bisa belajar menerapkan.
Seringkali Quran hanya sebatas dibaca dan tidak meninggalkan kesan, karena tidak ditadaburi.
Apa itu tadabur? tadabbur berarti merenungkan, menghayati, memikirkan, makna untuk kemudian menjadikannya sebagai sebuah pelajaran.
Dengan demikian dapat diartikan tadabbur ialah memperhatikan, merenungkan sesuatu di balik suatu perkara ataupun fenomena yang terjadi. Kata tadabbur lebih tepat digunakan untuk memperhatikan dan merenungkan teks, dalam hal ini Al-Quran.
“Mentadaburi Al-Quran membuat setiap ayat Quran membekas di jiwa dan menggerakkan hati untuk melakukan sesuatu setelah mengimani isinya, inilah yang disebut Quran sebagai petunjuk (al Furqon),” ujar Ustadz Wido Supraha dalam kajian Majelis Taklim Khoirotunnisa.
Jadi, Ustadz Supraha menyarankan, sebaiknya tidak hanya mengejar untuk mengkhatamkan Quran saja karena jika begitu kita tidak mendapatkan pelajarannya. Jiwa kita tidak terkesan dan tidak bergerak.
Adapun dalil mengenai tadabur Quran adalah sebagai berikut:
Seringkali Quran hanya sebatas dibaca dan tidak meninggalkan kesan, karena tidak ditadaburi.
Apa itu tadabur? tadabbur berarti merenungkan, menghayati, memikirkan, makna untuk kemudian menjadikannya sebagai sebuah pelajaran.
Dengan demikian dapat diartikan tadabbur ialah memperhatikan, merenungkan sesuatu di balik suatu perkara ataupun fenomena yang terjadi. Kata tadabbur lebih tepat digunakan untuk memperhatikan dan merenungkan teks, dalam hal ini Al-Quran.
“Mentadaburi Al-Quran membuat setiap ayat Quran membekas di jiwa dan menggerakkan hati untuk melakukan sesuatu setelah mengimani isinya, inilah yang disebut Quran sebagai petunjuk (al Furqon),” ujar Ustadz Wido Supraha dalam kajian Majelis Taklim Khoirotunnisa.
Jadi, Ustadz Supraha menyarankan, sebaiknya tidak hanya mengejar untuk mengkhatamkan Quran saja karena jika begitu kita tidak mendapatkan pelajarannya. Jiwa kita tidak terkesan dan tidak bergerak.
Adapun dalil mengenai tadabur Quran adalah sebagai berikut: