UE, Prancis, dan Inggris Mengecam Pernyataan Menteri Israel tentang Kelaparan di Gaza
Nabil
Kamis, 08 Agustus 2024 - 07:03 WIB
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Uni Eropa, Prancis, dan Inggris pada hari Rabu mengutuk pernyataan menteri sayap kanan Israel yang menyebut "dibenarkan dan bermoral" untuk membiarkan dua juta warga Gaza kelaparan demi membebaskan para sandera yang ditahan di wilayah Palestina tersebut.
"Tak ada seorang pun di dunia ini yang akan mengizinkan kita membiarkan dua juta orang kelaparan, meskipun itu mungkin dibenarkan dan bermoral untuk membebaskan para sandera," ujar Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dalam sebuah konferensi awal pekan ini.
"Kita membawa bantuan kemanusiaan karena tidak punya pilihan lain. Kita berada dalam situasi yang membutuhkan legitimasi internasional untuk melakukan perang ini," tambahnya.
Pernyataan Smotrich memicu kemarahan komunitas internasional. Uni Eropa menyatakan bahwa membiarkan warga sipil kelaparan secara sengaja adalah "kejahatan perang".
"Ini sekali lagi menunjukkan penghinaannya terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan," kata UE dalam sebuah pernyataan.
"Kami berharap pemerintah Israel dengan tegas menjauhkan diri dari perkataan Menteri Smotrich," lanjut UE, seraya mendesak akses untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan warga Gaza, termasuk ratusan ribu anak-anak.
UE kembali menyerukan "gencatan senjata segera" untuk memastikan pembebasan semua sandera dan meningkatkan distribusi bantuan di seluruh Jalur Gaza.
"Tak ada seorang pun di dunia ini yang akan mengizinkan kita membiarkan dua juta orang kelaparan, meskipun itu mungkin dibenarkan dan bermoral untuk membebaskan para sandera," ujar Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dalam sebuah konferensi awal pekan ini.
"Kita membawa bantuan kemanusiaan karena tidak punya pilihan lain. Kita berada dalam situasi yang membutuhkan legitimasi internasional untuk melakukan perang ini," tambahnya.
Pernyataan Smotrich memicu kemarahan komunitas internasional. Uni Eropa menyatakan bahwa membiarkan warga sipil kelaparan secara sengaja adalah "kejahatan perang".
"Ini sekali lagi menunjukkan penghinaannya terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan," kata UE dalam sebuah pernyataan.
"Kami berharap pemerintah Israel dengan tegas menjauhkan diri dari perkataan Menteri Smotrich," lanjut UE, seraya mendesak akses untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan warga Gaza, termasuk ratusan ribu anak-anak.
UE kembali menyerukan "gencatan senjata segera" untuk memastikan pembebasan semua sandera dan meningkatkan distribusi bantuan di seluruh Jalur Gaza.