61 Tokoh Diberi Tanda Jasa pada HUT RI, Salah Satunya Pencipta Shalawat Badar
Tim langit 7
Selasa, 13 Agustus 2024 - 07:00 WIB
61 tokoh akan diberi tanda jasa pada HUT RI, termasuk pencipta Shalawat Badar KH Ali Manshur Shiddiq
Pemerintah akan memberi tanda jasa dan kehormatan kepada 61 tokoh dari berbagai latar belakang. Pemberian penghargaan ini dalam rangka peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
Dari 61 tokoh tersebut, satu di antaranya adalah pencipta Shalawat Badar, KH Ali Manshur Shiddiq. Pemberian penghargaan akan dilakukan di Istana Presiden, Jakara Pusat, Rabu (14/8/2024) pukul 09.00 WIB.
Kabar itu didapatkan dari putra bungsu KH Ali Manshur Shiddiq, Gus Saiful Islam Ali. Dia mengaku telah dihubungi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur mengenai penghargaan tersebut.
"Insyaallah saya akan berangkat ke Jakarta, mendampingi Kiai Syakir, putra sulung Kiai Ali Manshur sebagai ahli waris yang akan menerima tanda kehormatan dari Presiden," kata Gus Saiful dikutip dari NU Online.
Gus Saiful mengungkapkan rasa bahagianya selepas pemerintah berencana akan memberikan tanda penghormatan tersebut. Baginya, itu menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap nilai-nilai keislaman dalam perjuangan bangsa mendapatkan konsen yang khusus.
"Shalawat badar dipakai untuk menyemangati umat Islam terkhusus kaum Nahdliyin yang waktu itu telah dirongrong oleh kelompok-kelompok yang ingin mengkudeta negara kita ini," katanya.
"Shalawat badar dipakai di mana-mana, oleh sebab itu kita sebagai generasi penerus marilah kita memakai shalat badar ini sebagai media kita memohon kepada Allah agar kiranya nanti selalu dalam koridor, jalan, dan dijaga oleh Allah," tambahnya.
Dari 61 tokoh tersebut, satu di antaranya adalah pencipta Shalawat Badar, KH Ali Manshur Shiddiq. Pemberian penghargaan akan dilakukan di Istana Presiden, Jakara Pusat, Rabu (14/8/2024) pukul 09.00 WIB.
Kabar itu didapatkan dari putra bungsu KH Ali Manshur Shiddiq, Gus Saiful Islam Ali. Dia mengaku telah dihubungi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur mengenai penghargaan tersebut.
"Insyaallah saya akan berangkat ke Jakarta, mendampingi Kiai Syakir, putra sulung Kiai Ali Manshur sebagai ahli waris yang akan menerima tanda kehormatan dari Presiden," kata Gus Saiful dikutip dari NU Online.
Gus Saiful mengungkapkan rasa bahagianya selepas pemerintah berencana akan memberikan tanda penghormatan tersebut. Baginya, itu menunjukkan bahwa perhatian pemerintah terhadap nilai-nilai keislaman dalam perjuangan bangsa mendapatkan konsen yang khusus.
"Shalawat badar dipakai untuk menyemangati umat Islam terkhusus kaum Nahdliyin yang waktu itu telah dirongrong oleh kelompok-kelompok yang ingin mengkudeta negara kita ini," katanya.
"Shalawat badar dipakai di mana-mana, oleh sebab itu kita sebagai generasi penerus marilah kita memakai shalat badar ini sebagai media kita memohon kepada Allah agar kiranya nanti selalu dalam koridor, jalan, dan dijaga oleh Allah," tambahnya.