PM Qatar Akan Kunjungi Iran, Bahas 'Isu Regional Penting'
Nabil
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 08:26 WIB
PM Qatar Akan Kunjungi Iran, Bahas 'Isu Regional Penting'
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, dijadwalkan mengunjungi Tehran dalam waktu dekat, demikian laporan kantor berita Tasnim Iran pada Kamis.
Sheikh Mohammed, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar, akan membahas "isu-isu regional penting" dengan pejabat Iran, termasuk Menteri Luar Negeri baru Iran, Abbas Araghchi.
Qatar, bersama Mesir dan Amerika Serikat, telah berperan sebagai mediator untuk mewujudkan gencatan senjata guna mengakhiri perang 10 bulan antara Israel dan kelompok Palestina Hamas di Gaza.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meninggalkan Qatar pada Selasa lalu setelah kunjungan kilat ke Timur Tengah untuk mendorong upaya negosiasi kesepakatan gencatan senjata di Gaza, meski kesepakatan belum tercapai.
Pada Rabu, Presiden AS Joe Biden menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan "menegaskan bahwa kita harus menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera," tulis presiden di platform X, yang dulu bernama Twitter.
Israel dan Hamas saling menyalahkan atas tertundanya kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran, yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober, serta pembebasan sandera Israel dan pemberian bantuan kemanusiaan vital ke Gaza.
Serangan 7 Oktober di Israel selatan mengakibatkan 1.200 orang tewas, sebagian besar warga sipil, menurut data Israel.
Sheikh Mohammed, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar, akan membahas "isu-isu regional penting" dengan pejabat Iran, termasuk Menteri Luar Negeri baru Iran, Abbas Araghchi.
Qatar, bersama Mesir dan Amerika Serikat, telah berperan sebagai mediator untuk mewujudkan gencatan senjata guna mengakhiri perang 10 bulan antara Israel dan kelompok Palestina Hamas di Gaza.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meninggalkan Qatar pada Selasa lalu setelah kunjungan kilat ke Timur Tengah untuk mendorong upaya negosiasi kesepakatan gencatan senjata di Gaza, meski kesepakatan belum tercapai.
Pada Rabu, Presiden AS Joe Biden menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan "menegaskan bahwa kita harus menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera," tulis presiden di platform X, yang dulu bernama Twitter.
Israel dan Hamas saling menyalahkan atas tertundanya kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran, yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober, serta pembebasan sandera Israel dan pemberian bantuan kemanusiaan vital ke Gaza.
Serangan 7 Oktober di Israel selatan mengakibatkan 1.200 orang tewas, sebagian besar warga sipil, menurut data Israel.