Utusan AS di PBB Nyatakan Gencatan Senjata Gaza Sudah Dekat
Nabil
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 08:34 WIB
Utusan AS di PBB Nyatakan Gencatan Senjata Gaza Sudah Dekat
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kabar gembira! Kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera "sudah di depan mata," ungkap utusan AS untuk PBB kepada Dewan Keamanan pada Kamis lalu. Ia mendesak anggota dewan untuk menekan kelompok militan Palestina, Hamas, agar menerima proposal jembatan yang telah disetujui Israel.
Meski perundingan telah berlangsung berbulan-bulan dengan berbagai isu yang sama, Israel dan Hamas masih tetap kukuh dengan tuntutan mereka. Namun, ada secercah harapan!
Baca juga: PM Qatar Akan Kunjungi Iran, Bahas 'Isu Regional Penting'
Linda Thomas-Greenfield, Duta Besar AS untuk PBB, menyatakan bahwa proposal jembatan yang diajukan pekan lalu oleh AS, Qatar, dan Mesir sejalan dengan rencana yang digariskan Presiden Biden pada Mei lalu dan didukung Dewan Keamanan pada Juni.
"Israel sudah menerima proposal jembatan ini. Sekarang giliran Hamas yang harus melakukan hal yang sama," ujarnya di hadapan dewan. "Sebagai anggota dewan ini, kita harus bicara dengan satu suara dan menggunakan pengaruh kita untuk menekan Hamas agar menerima proposal jembatan tersebut."
Namun, masih ada beberapa kendala. Sumber yang dekat dengan perundingan mengungkapkan kepada Reuters bahwa perbedaan pendapat mengenai kehadiran militer Israel di Gaza di masa depan dan pembebasan tahanan Palestina masih menjadi batu sandungan. Hal ini berakar dari tuntutan baru yang diajukan Israel sejak Hamas menerima proposal Biden pada Mei lalu.
Thomas-Greenfield menekankan, "Ini adalah momen yang menentukan bagi pembicaraan gencatan senjata dan kawasan. Setiap anggota dewan harus terus mengirimkan pesan kuat kepada aktor-aktor lain di kawasan agar menghindari tindakan yang bisa menjauhkan kita dari finalisasi kesepakatan ini."
Meski perundingan telah berlangsung berbulan-bulan dengan berbagai isu yang sama, Israel dan Hamas masih tetap kukuh dengan tuntutan mereka. Namun, ada secercah harapan!
Baca juga: PM Qatar Akan Kunjungi Iran, Bahas 'Isu Regional Penting'
Linda Thomas-Greenfield, Duta Besar AS untuk PBB, menyatakan bahwa proposal jembatan yang diajukan pekan lalu oleh AS, Qatar, dan Mesir sejalan dengan rencana yang digariskan Presiden Biden pada Mei lalu dan didukung Dewan Keamanan pada Juni.
"Israel sudah menerima proposal jembatan ini. Sekarang giliran Hamas yang harus melakukan hal yang sama," ujarnya di hadapan dewan. "Sebagai anggota dewan ini, kita harus bicara dengan satu suara dan menggunakan pengaruh kita untuk menekan Hamas agar menerima proposal jembatan tersebut."
Namun, masih ada beberapa kendala. Sumber yang dekat dengan perundingan mengungkapkan kepada Reuters bahwa perbedaan pendapat mengenai kehadiran militer Israel di Gaza di masa depan dan pembebasan tahanan Palestina masih menjadi batu sandungan. Hal ini berakar dari tuntutan baru yang diajukan Israel sejak Hamas menerima proposal Biden pada Mei lalu.
Thomas-Greenfield menekankan, "Ini adalah momen yang menentukan bagi pembicaraan gencatan senjata dan kawasan. Setiap anggota dewan harus terus mengirimkan pesan kuat kepada aktor-aktor lain di kawasan agar menghindari tindakan yang bisa menjauhkan kita dari finalisasi kesepakatan ini."