home global news

Rupiah Melemah 31,5 Poin, Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Jum'at, 30 Agustus 2024 - 16:04 WIB
Rupiah Melemah 31,5 Poin, Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Rupiah ditutup melemah 31,5 poin pada perdagangan akhir pekan ini, menyentuh level Rp15.455,5 dari penutupan sebelumnya di Rp15.423,5. Sebelumnya, mata uang Garuda sempat melemah hingga 55 poin. Untuk perdagangan Senin mendatang, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah di kisaran Rp15.440 - Rp15.520.

Meski rupiah melemah, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. Pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi 5,1% pada triwulan ketiga 2024 dapat tercapai. "Faktor-faktor pendorong seperti konsumsi, investasi, ekspor, dan impor akan terus diperhatikan untuk menjaga momentum pertumbuhan,"ujar Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan resmi, Jumat(30/8/2024).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua 2024 mencapai 5,05% (year on year). Pencapaian ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan peningkatan kinerja ekspor. Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama tumbuh 4,93%, didorong oleh periode libur yang lebih panjang dan terjaganya daya beli masyarakat.

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan penguatan sebesar 4,43%, ditopang oleh kinerja pertumbuhan investasi bangunan yang tumbuh 5,31%. Penyerapan belanja modal pemerintah yang tinggi, terutama terkait penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan investasi.

Di sisi eksternal, dolar AS mendapat dukungan dari tanda-tanda ketahanan ekonomi AS yang berkelanjutan. Data produk domestik bruto AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal kedua. Hal ini membuat Federal Reserve cenderung lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga.

Sementara itu, data inflasi Tokyo menunjukkan peningkatan sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan pada Agustus. Inflasi inti bergerak mendekati target tahunan Bank Jepang sebesar 2%, memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Pemerintah Indonesia tetap waspada terhadap risiko stagnasi perekonomian global yang diperkirakan masih berlanjut sepanjang tahun 2024. APBN 2024 akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi demi mencapai target pertumbuhan 5,2%.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya