home global news

Harris dan Trump Berebut Dukungan di Tengah Ketegangan Gaza

Selasa, 03 September 2024 - 05:15 WIB
Harris dan Trump Berebut Dukungan di Tengah Ketegangan Gaza
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Presiden AS Joe Biden akan bergabung dengan Wakil Presiden Kamala Harris di jalur kampanye minggu ini untuk pertama kalinya sejak Harris menggantikan posisi Biden sebagai calon utama Partai Demokrat. Namun, penemuan jenazah sandera Israel di Gaza pada akhir pekan ini kemungkinan akan membayangi acara tersebut.

Minggu ini menandai dimulainya periode krusial pasca-Hari Buruh hingga pemilu 5 November. Harris dan penantang dari Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, diperkirakan akan meningkatkan upaya untuk meraih suara, terutama di negara bagian medan pertempuran seperti Pennsylvania, Michigan, dan Nevada.

Akhir pekan lalu, Israel menemukan enam jenazah sandera di sebuah terowongan di Gaza yang diklaim baru saja dibunuh oleh Hamas. Penemuan ini memicu kritik tajam terhadap strategi gencatan senjata pemerintahan Biden dan meningkatkan tekanan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk memulangkan sandera yang tersisa.

Pemerintah AS, termasuk Biden sendiri, telah berusaha untuk menengahi gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang telah menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang, selama beberapa bulan.

Isu ini mempengaruhi pemilu AS, dengan aktivis pro-Palestina mengancam untuk meningkatkan protes terhadap Harris di jalur kampanye, sementara Partai Republik menyalahkan Biden dan Harris atas kematian sandera.

Pada hari Senin, Biden dan Harris akan berkampanye bersama di Pittsburgh, Pennsylvania, salah satu negara bagian medan pertempuran paling penting dalam siklus pemilu ini. Harris juga akan bepergian ke Detroit, Michigan, dan calon wakil presidennya, Gubernur Minnesota Tim Walz, akan menuju Milwaukee, Wisconsin.

Sebelum berkampanye, Biden dan Harris akan bertemu di Gedung Putih dengan tim negosiasi kesepakatan sandera AS untuk membahas upaya menuju kesepakatan yang menjamin pembebasan sandera yang tersisa, kata Gedung Putih.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya