Ketua MUI Minta Posisi Da’i Semakin Kuat, Wajib Punya Sosmed dan Jadi Opinion Leader
Tim langit 7
Sabtu, 28 September 2024 - 09:19 WIB
Ketua MUI KH Cholil Nafis minta posisi dai semakin kuat dan wajib punya sosmed dan jadi opinion leader
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menyampaikan pesan kepada para dai di acara Multaqo Du’at MUI Provinsi Gorontalo di Aula Rektorat UIN Sultan Amai, Gorontalo, Kamis (26/09/2024).
Menurut Cholil, posisi da’i sekarang jauh lebih kuat dibandingkan masa lampau. Ketika di zaman dahulu orang tua meragukan anak yang menjadi pendakwah, kini profesi pendakwah justru dicari-cari sebagai calon menantu.
“Sekarang jangankan orang bisa, artis-artis itu juga ingin menikah dengan da’i, itu membuktikan da’i semakin penting posisinya di tengah masyarakat, ” ungkapnya.
Dengan posisinya yang semakin menguat di tengah masyarakat, Kiai Cholil berpesan agar para dai wajib memiliki akun sosial media dan aktif mengisinya dengan konten. Sebab, jika da’i sudah aktif di sosmed dan akrab dikenal netizen, maka ceramahnya didengarkan lintas wilayah.
Baca juga:Allah Belum Menolong Palestina, Mengapa? Ini Penjelasan Prof Quraish Shihab
“Dakwah kita memang harus mengikuti perkembangan zaman, tidak boleh dai tidak punya sosial media dan harus aktif melakukan siraman rohani melalui konten, kalau tidak maka dunia maya akan dipenuhi akan dipenuhi kejahatan, kita harus selalu penuhi dengan kebaikan, ” ungkap Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok itu.
Kiai Cholil mencontohkan betapa kuatnya sosial media dalam dakwah pada saat polemik pelarangan jilbab bagi anggota Paskibraka muslimah. Melalui argumentasi yang kokoh, kata dia, maka kebijakan di level pusat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islami pun akan bisa diubah.
Menurut Cholil, posisi da’i sekarang jauh lebih kuat dibandingkan masa lampau. Ketika di zaman dahulu orang tua meragukan anak yang menjadi pendakwah, kini profesi pendakwah justru dicari-cari sebagai calon menantu.
“Sekarang jangankan orang bisa, artis-artis itu juga ingin menikah dengan da’i, itu membuktikan da’i semakin penting posisinya di tengah masyarakat, ” ungkapnya.
Dengan posisinya yang semakin menguat di tengah masyarakat, Kiai Cholil berpesan agar para dai wajib memiliki akun sosial media dan aktif mengisinya dengan konten. Sebab, jika da’i sudah aktif di sosmed dan akrab dikenal netizen, maka ceramahnya didengarkan lintas wilayah.
Baca juga:Allah Belum Menolong Palestina, Mengapa? Ini Penjelasan Prof Quraish Shihab
“Dakwah kita memang harus mengikuti perkembangan zaman, tidak boleh dai tidak punya sosial media dan harus aktif melakukan siraman rohani melalui konten, kalau tidak maka dunia maya akan dipenuhi akan dipenuhi kejahatan, kita harus selalu penuhi dengan kebaikan, ” ungkap Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok itu.
Kiai Cholil mencontohkan betapa kuatnya sosial media dalam dakwah pada saat polemik pelarangan jilbab bagi anggota Paskibraka muslimah. Melalui argumentasi yang kokoh, kata dia, maka kebijakan di level pusat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islami pun akan bisa diubah.