Debut Pahit Timnas Wanita: Dibantai 12-1 oleh Klub Belanda, Pemain Diaspora Alami Cedera
Tim langit 7
Kamis, 24 Oktober 2024 - 07:32 WIB
Debut Pahit Timnas Wanita: Dibantai 12-1 oleh Klub Belanda, Pemain Diaspora Alami Cedera
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Perjalanan Timnas Wanita Indonesia di Belanda mengawali lembaran baru dengan hasil mengejutkan. Menghadapi klub ADO Den Haag di SV Den Hoorn Stadium, skuad asuhan Satoru Mochizuki menelan kekalahan telak 12-1, Rabu (23/10) malam WIB.
Momentum spesial tercipta saat dua talenta naturalisasi, Noa Leatomu dan Estella Loupatty, mencatatkan penampilan perdana mereka bersama Garuda Pertiwi. Selain duo naturalisasi, Sydney Hopper yang merupakan pemain diaspora juga turut memperkuat tim. Sayangnya, debut Noa terpaksa berakhir lebih cepat setelah mengalami keram di menit ke-72.
Garuda Pertiwi sebenarnya memulai pertandingan dengan semangat tinggi. Di awal laga, serangan langsung diinisiasi dengan umpan terobosan ke lini depan yang jatuh ke kaki Sydney Hopper. Namun, upaya ini berhasil diredam pertahanan ADO Den Haag.
Gawang Indonesia mulai jebol di menit kelima lewat sepakan Floortje Bol setelah Viny Silfianus gagal mengantisipasi umpan dari sisi kanan pertahanan. Tujuh menit berselang, Cato Hordjik menggandakan keunggulan tuan rumah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Indonesia sempat mendapatkan peluang di menit ke-23 melalui dua set piece dari sisi kanan - satu tendangan bebas dan satu sepak pojok. Sayangnya, kedua kesempatan tersebut tidak membuahkan hasil. Justru upaya menyerang ini berdampak fatal karena menciptakan celah di lini pertahanan.
Pesta gol ADO Den Haag berlanjut dengan Floortje Bol yang tampil cemerlang mencetak dua gol beruntun di menit ke-29 dan 30. Menjelang akhir babak pertama, tiga gol tambahan bersarang ke gawang Indonesia masing-masing dari Bol (40'), Anne Van Egmond (44'), dan Iris Remmers (45'). Skor babak pertama menempatkan Indonesia tertinggal 0-7.
Pada babak kedua, pelatih Satoru Mochizuki melakukan beberapa perubahan taktis. Rosdillah dan Sheva Imut dimasukkan untuk menambah daya gedor. Sementara di lini belakang, masuknya Indira Jenna Almira, Nabila Divany, dan Gea Yumanda memberikan kesegaran baru dengan permainan yang lebih gesit.
Momentum spesial tercipta saat dua talenta naturalisasi, Noa Leatomu dan Estella Loupatty, mencatatkan penampilan perdana mereka bersama Garuda Pertiwi. Selain duo naturalisasi, Sydney Hopper yang merupakan pemain diaspora juga turut memperkuat tim. Sayangnya, debut Noa terpaksa berakhir lebih cepat setelah mengalami keram di menit ke-72.
Garuda Pertiwi sebenarnya memulai pertandingan dengan semangat tinggi. Di awal laga, serangan langsung diinisiasi dengan umpan terobosan ke lini depan yang jatuh ke kaki Sydney Hopper. Namun, upaya ini berhasil diredam pertahanan ADO Den Haag.
Gawang Indonesia mulai jebol di menit kelima lewat sepakan Floortje Bol setelah Viny Silfianus gagal mengantisipasi umpan dari sisi kanan pertahanan. Tujuh menit berselang, Cato Hordjik menggandakan keunggulan tuan rumah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Indonesia sempat mendapatkan peluang di menit ke-23 melalui dua set piece dari sisi kanan - satu tendangan bebas dan satu sepak pojok. Sayangnya, kedua kesempatan tersebut tidak membuahkan hasil. Justru upaya menyerang ini berdampak fatal karena menciptakan celah di lini pertahanan.
Pesta gol ADO Den Haag berlanjut dengan Floortje Bol yang tampil cemerlang mencetak dua gol beruntun di menit ke-29 dan 30. Menjelang akhir babak pertama, tiga gol tambahan bersarang ke gawang Indonesia masing-masing dari Bol (40'), Anne Van Egmond (44'), dan Iris Remmers (45'). Skor babak pertama menempatkan Indonesia tertinggal 0-7.
Pada babak kedua, pelatih Satoru Mochizuki melakukan beberapa perubahan taktis. Rosdillah dan Sheva Imut dimasukkan untuk menambah daya gedor. Sementara di lini belakang, masuknya Indira Jenna Almira, Nabila Divany, dan Gea Yumanda memberikan kesegaran baru dengan permainan yang lebih gesit.