Area Tempat Wudhu Sering Diabaikan Pengurus Masjid
Fajar adhitya
Selasa, 14 September 2021 - 17:15 WIB
Area tempat wudhu sering diabaikan pengurus masjid. (Foto: Istimewa).
Kesucian merupakan hal yang paling krusial dalam area masjid. Pengurus atau pengelola masjid harus memberi jaminan kepada jamaah terhindar najis.
Banyak masjid yang menyatukan dengan area berwudhu, sehingga jamaah rentan terpapar najis. Padahal toilet dan fasilitas wudhu mestinya dipisah.
Model toilet yang dibuat pun kebanyakan memiliki risiko najis tinggi, seperti urinoir berdiri untuk laki-laki. Lalu tidak tersedia kolam pembasuhan atau keran pembersih lantai dari najis.
Sementara cipratan najis rentan terbawa ke area wudhu atau ke tempat shalat melalui jejak kaki. Selain itu, jamaah juga rentan terkena najis saat menggunakan unrinoir yang tidak menggunakan mika pelindung.
"Petunjuk peringatan untuk penyucian anggota tubuh penting disediakan dan ditempatkan di antara area najis dan suci, seperti antara kamar mandi dan selasar menuju tempat shalat," dikutip Pedoman Pengelolaan Masjid Bersih, Suci, dan Sehat (Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI: 2020).
Untuk menyiasati tersebarnya najis dari area toilet, pengurus hendaknya membuat peringatan penyucian anggota tubuh. Dapat berupa tulisan atau gambar yang mudah dipahami semua kalangan, baik anak, remaja, orang dewasa, lansia, dan jamaah berkebutuhan khusus.
Tulisan peringatan penyucian anggota badan saat akan masuk area suci masjid dapat berupa pertanyaan atau himbauan, seperti "Sudahkah Anda membilas kaki agar suci?" atau "Ayo sucikan kaki dan tanganmu dahulu ya!"
Banyak masjid yang menyatukan dengan area berwudhu, sehingga jamaah rentan terpapar najis. Padahal toilet dan fasilitas wudhu mestinya dipisah.
Model toilet yang dibuat pun kebanyakan memiliki risiko najis tinggi, seperti urinoir berdiri untuk laki-laki. Lalu tidak tersedia kolam pembasuhan atau keran pembersih lantai dari najis.
Sementara cipratan najis rentan terbawa ke area wudhu atau ke tempat shalat melalui jejak kaki. Selain itu, jamaah juga rentan terkena najis saat menggunakan unrinoir yang tidak menggunakan mika pelindung.
"Petunjuk peringatan untuk penyucian anggota tubuh penting disediakan dan ditempatkan di antara area najis dan suci, seperti antara kamar mandi dan selasar menuju tempat shalat," dikutip Pedoman Pengelolaan Masjid Bersih, Suci, dan Sehat (Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI: 2020).
Untuk menyiasati tersebarnya najis dari area toilet, pengurus hendaknya membuat peringatan penyucian anggota tubuh. Dapat berupa tulisan atau gambar yang mudah dipahami semua kalangan, baik anak, remaja, orang dewasa, lansia, dan jamaah berkebutuhan khusus.
Tulisan peringatan penyucian anggota badan saat akan masuk area suci masjid dapat berupa pertanyaan atau himbauan, seperti "Sudahkah Anda membilas kaki agar suci?" atau "Ayo sucikan kaki dan tanganmu dahulu ya!"