Jannik Sinner Petenis No 1 Dunia Diperdebatkan Lagi Kasus Doping: Teka Teki Karirnya di 2025 Terancam
Tim langit 7
Ahad, 08 Desember 2024 - 07:55 WIB
Jannik Sinner Petenis No 1 Dunia Diperdebatkan Lagi Kasus Doping: Teka Teki Karirnya di 2025 Terancam
LANGIT7.ID-Jakarta;Salah satu pelatih tenis terhebat yang juga mantan pelatih petenis legend, Serena William, Ruck Macci mengatakan apakah Jannik Sinner harus menerima larangan doping.
Sinner tampil gemilang di lapangan, memenangkan sembilan gelar pada tahun 2024 dan mengakhiri tahun sebagai petenis nomor satu dunia ATP.
Namun, ia mengalami masa sulit di luar lapangan, karena ia berkeringat karena hasil banding oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dalam kasus dopingnya.
Saat ini, tampaknya ini adalah satu-satunya hal yang dapat menggagalkan Jannik Sinner saat ia memasuki musim 2025 sebagai orang yang harus dikalahkan.
Apakah mantan pelatih Serena Williams menganggap Jannik Sinner harus menjalani test doping?
Pada bulan Maret 2024, Sinner dinyatakan positif menggunakan zat terlarang clostebol pada dua kesempatan. Juara Grand Slam dua kali itu kemudian dibebaskan dari segala kesalahan atau kelalaian oleh Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA).
Namun, jika banding WADA berhasil, Sinner dapat dilarang bertanding hingga satu atau dua tahun, yang akan menjadi pukulan telak bagi pemain berusia 23 tahun itu.
Sinner tampil gemilang di lapangan, memenangkan sembilan gelar pada tahun 2024 dan mengakhiri tahun sebagai petenis nomor satu dunia ATP.
Namun, ia mengalami masa sulit di luar lapangan, karena ia berkeringat karena hasil banding oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dalam kasus dopingnya.
Saat ini, tampaknya ini adalah satu-satunya hal yang dapat menggagalkan Jannik Sinner saat ia memasuki musim 2025 sebagai orang yang harus dikalahkan.
Apakah mantan pelatih Serena Williams menganggap Jannik Sinner harus menjalani test doping?
Pada bulan Maret 2024, Sinner dinyatakan positif menggunakan zat terlarang clostebol pada dua kesempatan. Juara Grand Slam dua kali itu kemudian dibebaskan dari segala kesalahan atau kelalaian oleh Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA).
Namun, jika banding WADA berhasil, Sinner dapat dilarang bertanding hingga satu atau dua tahun, yang akan menjadi pukulan telak bagi pemain berusia 23 tahun itu.