Penyakit Misterius Landa Kongo, Komisi IX DPR Minta Perketat Pintu Keluar Masuk Indonesia
Tim langit 7
Kamis, 12 Desember 2024 - 09:30 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina.
DPR RI mendesak pemerintah memperketat akses masuk bagi WNA asal Afrika untuk mencegah potensi penyebaran penyakit misterius ke Indonesia, terutama yang berasal dari Kongo. Wabah penyakit ini dikabarkan sudah menelan korban 143 jiwa.
“Saya minta Pemerintah segera memperketat akses masuk WNA, khususnya dari Kongo, Afrika. Mau itu darat, udara maupun akses masuk via pelabuhan. Wabah penyakit misterius di Kongo tidak boleh sampai lolos masuk ke negeri kita,” kata anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina.
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong pemerintah untuk memperketat izin bagi siapapun WNI yang akan berkunjung ke Kongo.
“Selain itu juga perlu diperketat izin kunjungan atau wisata ke Kongo, dan juga Afrika secara umum. Bagaimana mitigasinya saya kira pemerintah sudah memahami, tapi yang penting adalah pencegahannya tentu harus maksimal,” ungkap Arzeti.
Baca juga:Penyakit Misterius Melanda Kongo, Ratusan Orang Meninggal Dunia
Arzeti menambahkan, Indonesia sudah punya pengalaman wabah dahsyat pada medio 2019-2022 yang lalu, yaitu Covid 19. Menurutnya langkah cepat penanganan wabah di Indonesia sudah semestinya bisa lebih optimal.
“Ya, kita sudah pernah mengalami badai wabah Covid 19. Itu adalah pelajaran penting untuk kita. Dan seharusnya bisa lebih optimal mencegah jika ada wabah baru, misalnya yang dari Kongo,” ujarnya.
“Saya minta Pemerintah segera memperketat akses masuk WNA, khususnya dari Kongo, Afrika. Mau itu darat, udara maupun akses masuk via pelabuhan. Wabah penyakit misterius di Kongo tidak boleh sampai lolos masuk ke negeri kita,” kata anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina.
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong pemerintah untuk memperketat izin bagi siapapun WNI yang akan berkunjung ke Kongo.
“Selain itu juga perlu diperketat izin kunjungan atau wisata ke Kongo, dan juga Afrika secara umum. Bagaimana mitigasinya saya kira pemerintah sudah memahami, tapi yang penting adalah pencegahannya tentu harus maksimal,” ungkap Arzeti.
Baca juga:Penyakit Misterius Melanda Kongo, Ratusan Orang Meninggal Dunia
Arzeti menambahkan, Indonesia sudah punya pengalaman wabah dahsyat pada medio 2019-2022 yang lalu, yaitu Covid 19. Menurutnya langkah cepat penanganan wabah di Indonesia sudah semestinya bisa lebih optimal.
“Ya, kita sudah pernah mengalami badai wabah Covid 19. Itu adalah pelajaran penting untuk kita. Dan seharusnya bisa lebih optimal mencegah jika ada wabah baru, misalnya yang dari Kongo,” ujarnya.