Waspadai Peningkatan Curah Hujan Jelang Nataru, BMKG Prediksi Cuaca Ektrem Berlanjut hingga 9 Januari
Tim langit 7
Selasa, 17 Desember 2024 - 18:30 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita
Masyarakat diimbau mewaspadai curah hujan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Imbauan ini disamoaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Jakarta.
“Bersama dengan BNPB, TNI, dan POLRI, kami akan melakukan modifikasi cuaca di beberapa titik yang dikhawatirkan dapat berdampak pada potensi bencana, seperti banjir dan longsor. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat selama periode liburan,” ujar Dwikorita.
Dwikorita menjelaskan, fenomena dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi cold surge (gelombang udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, diproyeksikan akan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru. Kedua fenomena ini berpotensi meningkatkan intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
“Madden-Julian Oscillation dan potensi cold surge diperkirakan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia selama Nataru. Kedua fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan, meskipun dampaknya masih perlu terus dipantau,” jelas Dwikorita.
Baca juga:Mau Liburan Akhir Tahun? BMKG Sarankan Cek Informasi Cuaca Sebelum Berangkat
Dia juga menginformasikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut hingga 9 Januari 2024, dengan peningkatan eskalasi cuaca, terutama di wilayah-wilayah yang dilalui jalur mudik.
Mengingat potensi cuaca buruk tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG yang telah terintegrasi dengan aplikasi jalur mudik.
“Bersama dengan BNPB, TNI, dan POLRI, kami akan melakukan modifikasi cuaca di beberapa titik yang dikhawatirkan dapat berdampak pada potensi bencana, seperti banjir dan longsor. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat selama periode liburan,” ujar Dwikorita.
Dwikorita menjelaskan, fenomena dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi cold surge (gelombang udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, diproyeksikan akan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru. Kedua fenomena ini berpotensi meningkatkan intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
“Madden-Julian Oscillation dan potensi cold surge diperkirakan akan mempengaruhi cuaca di Indonesia selama Nataru. Kedua fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan, meskipun dampaknya masih perlu terus dipantau,” jelas Dwikorita.
Baca juga:Mau Liburan Akhir Tahun? BMKG Sarankan Cek Informasi Cuaca Sebelum Berangkat
Dia juga menginformasikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut hingga 9 Januari 2024, dengan peningkatan eskalasi cuaca, terutama di wilayah-wilayah yang dilalui jalur mudik.
Mengingat potensi cuaca buruk tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG yang telah terintegrasi dengan aplikasi jalur mudik.