Akhir Tahun, Momen Tepat untuk Muhasabah Diri dengan Bertobat
Tim langit 7
Senin, 30 Desember 2024 - 10:05 WIB
ilustrasi
Penghujung tahun, momen yang istimewa, bukan sekadar akhir dari sebuah kalender, tetapi juga waktu untuk merenung, mengevaluasi diri, serta mempersiapkan langkah baru.
Dalam Islam, akhir tahun waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah diri, sebuah refleksi atas perjalanan hidup kita selama ini. Dengan muhasabah, kita diingatkan untuk merenungi apa yang telah kita lakukan, entah itu kebaikan maupun kekhilafan, sebagai langkah awal menuju taubat.
Dalam Surat Al-Hasyr ayat 18, Allah SWT berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Baca juga:3 Ayat Al-Quran tentang Muhasabah di Akhir Tahun
Ibnu Katsir, dalam Tafsir Al-Qur'an Al-Adhim, menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebelum seseorang dihisab oleh Allah pada hari kiamat.
Kalimat “dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok”, berarti sebagai perintah untuk menghitung amal perbuatan yang telah dilakukan sebagai bekal menuju akhirat. وقوله : ( ولتنظر نفس ما قدمت لغد ) أي : حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا ، وانظروا ماذا ادخرتم لأنفسكم من الأعمال الصالحة ليوم معادكم وعرضكم على ربكم
Dalam Islam, akhir tahun waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah diri, sebuah refleksi atas perjalanan hidup kita selama ini. Dengan muhasabah, kita diingatkan untuk merenungi apa yang telah kita lakukan, entah itu kebaikan maupun kekhilafan, sebagai langkah awal menuju taubat.
Dalam Surat Al-Hasyr ayat 18, Allah SWT berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Baca juga:3 Ayat Al-Quran tentang Muhasabah di Akhir Tahun
Ibnu Katsir, dalam Tafsir Al-Qur'an Al-Adhim, menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebelum seseorang dihisab oleh Allah pada hari kiamat.
Kalimat “dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok”, berarti sebagai perintah untuk menghitung amal perbuatan yang telah dilakukan sebagai bekal menuju akhirat. وقوله : ( ولتنظر نفس ما قدمت لغد ) أي : حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا ، وانظروا ماذا ادخرتم لأنفسكم من الأعمال الصالحة ليوم معادكم وعرضكم على ربكم