Kisah Paman Nabi Hamzah bin Abdul Muthalib yang Syahid di Perang Uhud
Miftah yusufpati
Jum'at, 03 Januari 2025 - 04:30 WIB
Kisah Paman Nabi Hamzah bin Abdul Muthalib yang Syahid di Perang Uhud
LANGIT7.ID-Jakarta; Hamzah bin Abdul Muthalib adalah paman Nabi Muhammad SAW. Beliau lahir diperkirakan hampir bersamaan dengan Nabi. Hamzah memeluk Islam pada tahun keenam kenabian (tahun 7 sebelum hijrah). Ia ikut hijrah bersama Rasulullah dan ikut dalam perang Badar.
Nabi Muhammad SAW menjulukinya “Asadullah” (Singa Allah) dan menamainya sebagai “Sayidus Syuhada” kematian Hamzah ini pun sangat membuat Rasulullah sangat terpukul dan menangis sejadi jadinya.
Allah kemudian menyampaikan Firmannya "Wahai Muhammad, janganlah kamu meratapi kematian seseorang karena aku lebih mengetahui sesuatu hal daripada kamu, janganlah sampai cintamu pada manusia melebihi cintamu kepada-Ku karena sesungguhnya cintamu hanya milik-Ku".
Khalid Muhammad Khalid dalam "Biografi 60 Sahabat Nabi" mengisahkan setelah syahidnya Hamzah bin Abdul Muthalib, Rasulullah SAW bersabda, “Hamzah adalah sayyid (pemimpin) para syuhada di hari Kiamat.” (HR al-Hakim).
Syaikh Mahmud al-Mishri dalam kitabnya Ashabur Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan hadis ini bahkan sudah pernah disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW sendiri kepada Hamzah semasa dia masih hidup.
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga disebutkan bersabda di depan jenazah Hamzah, “Melimpahlah atasmu rahmat ar-Rahim. Akulah saksi bagimu di hadapan al-Hakim. Engkaulah pendekar penyambung silaturahmi, berbuat kebaikan, pembela yang dizalimi."
Ibnu Abbas meriwayatkan, bahwa setelah Perang Uhud usai, Rasulullah SAW bersabda: Ketika saudara-saudara kalian gugur dalam Perang Uhud, Allah menjadikan roh-roh mereka di dalam perut burung hijau yang mendatangi sungai-sungai di surga, memakan buah-buahannya dan bertengger di lentera-lentera dari emas yang tergantung di bawah naungan ‘Arsy. Ketika mereka mendapatkan makanan, minuman, dan tempat tinggal yang baik, mereka berkata:
Nabi Muhammad SAW menjulukinya “Asadullah” (Singa Allah) dan menamainya sebagai “Sayidus Syuhada” kematian Hamzah ini pun sangat membuat Rasulullah sangat terpukul dan menangis sejadi jadinya.
Allah kemudian menyampaikan Firmannya "Wahai Muhammad, janganlah kamu meratapi kematian seseorang karena aku lebih mengetahui sesuatu hal daripada kamu, janganlah sampai cintamu pada manusia melebihi cintamu kepada-Ku karena sesungguhnya cintamu hanya milik-Ku".
Khalid Muhammad Khalid dalam "Biografi 60 Sahabat Nabi" mengisahkan setelah syahidnya Hamzah bin Abdul Muthalib, Rasulullah SAW bersabda, “Hamzah adalah sayyid (pemimpin) para syuhada di hari Kiamat.” (HR al-Hakim).
Syaikh Mahmud al-Mishri dalam kitabnya Ashabur Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan hadis ini bahkan sudah pernah disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW sendiri kepada Hamzah semasa dia masih hidup.
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga disebutkan bersabda di depan jenazah Hamzah, “Melimpahlah atasmu rahmat ar-Rahim. Akulah saksi bagimu di hadapan al-Hakim. Engkaulah pendekar penyambung silaturahmi, berbuat kebaikan, pembela yang dizalimi."
Ibnu Abbas meriwayatkan, bahwa setelah Perang Uhud usai, Rasulullah SAW bersabda: Ketika saudara-saudara kalian gugur dalam Perang Uhud, Allah menjadikan roh-roh mereka di dalam perut burung hijau yang mendatangi sungai-sungai di surga, memakan buah-buahannya dan bertengger di lentera-lentera dari emas yang tergantung di bawah naungan ‘Arsy. Ketika mereka mendapatkan makanan, minuman, dan tempat tinggal yang baik, mereka berkata: